Pencarian populer

Geliat Dunia Usaha Meningkat, Sinyal Perbaikan Ekonomi Makin Kuat

Ilustrasi Bank Indonesia (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diprediksi akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini seiring peningkatan kapasitas produksi terpakai pada seluruh lapangan usaha.

Berdasarkan survei kegiatan dunia usaha Bank Indonesia (BI), tingkat penggunaan kapasitas utilisasi secara rata-rata pada kuartal II 2018 mencapai 78,4%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 77,01%. Bahkan, utilitas pada kuartal II 2018 lebih baik dibandingkan tahun 2016 sebesar 77,01% dan 2015 sebesar 77,87%.

Survei kegiatan dunia usaha merupakan survei kuartalan yang bertujuan untuk mendapatkan indikator pertumbuhan ekonomi dari sisi penawaran.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati mengatakan, peningkatan kapasitas produksi terpakai tersebut terjadi di hampir seluruh sektor usaha, yakni pertanian, industri, listrik, gas dan air minum.

"Yang sudah tinggi sekali itu mengindentifikasikan sektor itu seharusnya menambahkan lagi kapasitasnya karena sudah 85%. Tapi kalau sudah mendekati 80% seharusnya ditambah lagi," ujar Yati kepada kumparan, Jumat (13/7).

Bongkar muat di Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Geliat dunia usaha juga mulai muncul, seiring dengan membaiknya permintaan. Hal ini juga diperkuat oleh data Saldo Bersih Tertimbang (SBT) di kuartal II tahun ini yang sebesar 20,89%, meningkat signifikan dari kuartal I tahun ini yang hanya 8,23%.

Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT 3,96%). Menurut Yati, perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) yang berada pada fase ekspansi di kuartal II 2018 dengan indeks sebesar 52,40%.

"Kinerja kuartal II lebih baik daripada kuartal I. Kalau di atas 50%, artinya ada ekspansi usaha," jelasnya.

Ekspansi dunia usaha di kuartal II 2018 lebih banyak karena peningkatan volume pesanan. Banyaknya pesanan juga berdampak pada peningkatan produksi.

"Volume pesanan meningkat, mencapai 54,57% dan volume produksi 54,39%," kata dia.

Ekspansi kegiatan usaha diperkirakan akan terus berlanjut, tercermin pada SBT yang tetap positif, meski nilainya lebih rendah dari kuartal sebelumnya. SBT kegiatan usaha pada kuartal III 2018 diperkirakan hanya sebesar 17,73%, melambat dibandingkan SBT kuartal II 2018 yang sebesar 20,89%.

Hal tersebut mengindikasikan ekspansi usaha pada kuartal III 2018 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, perlambatan kegiatan usaha di kuartal III tahun ini diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan, dengan SBT sebesar 0,40%, lebih rendah dibandingkan kuartal II tahun ini yang sebesar 2,81%.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23