kumparan
7 Des 2018 14:28 WIB

Harga Pangan Mulai Naik, BI Optimistis Inflasi Bulan Ini 0,3 Persen

Aktivitas pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Kenaikan harga bahan pangan menjelang Natal dan libur Tahun Baru 2019 diprediksi akan menyebabkan terjadinya inflasi pada bulan ini. Meski demikian, Bank Indonesia optimistis inflasi tetap terkendali.
ADVERTISEMENT
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan bank sentral, inflasi pada bulan ini diperkirakan hanya menyentuh 0,3 persen.
"Survei pada pekan pertama Desember 0,3 persen. Kita akan lakukan survei terus sampai pekan keempat, kalau bisa bertahan, maka inflasi year to date (ytd 2,81 persen sama dengan year on year (yoy),” kata Mirza di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (7/12).
Mirza melanjutkan, faktor pendorong terjadinya inflasi ini ialah kenaikan pada beberapa komoditas seperti telur ayam ras 8,5 persen, bawang merah 6,6 persen, wortel 11,6 persen dan kacang panjang 7,1 persen. Sementara komoditas dari jenis ikan justru mengalami penurunan harga.
“Yang agak turun ikan-ikanan, ikan kembung minus 0,54 persen, udang basah 0,32 persen,” ujar dia.
Aktivitas pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Berdasarkan pantuan kumparan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harga telur dan daging ayam mulai mengalami kenaikan secara perlahan jelang Natal dan Tahun Baru. Kendati demikian, kondisi relatif stabil ditunjukkan oleh beras dan dagingn sapi.
ADVERTISEMENT
Misalnya harga bawang merah dan putih naik masing-masing sekitar Rp 5.000 per kilogram. Sementara telur ayam naik dari sebelumnya Rp 22.000 sekarang menjadi Rp 24.000 per kilogram. Sementara daging ayam per ekor naik menjadi Rp 45.000 dari Rp 40.000.
Menurut Mirza untuk bisa mempertahankan tingkat inflasi pada bulan ini sebesar 0,3 persen, maka perlu dijaga pasokan kebutuhan barang dan makanan pada akhir tahun yang biasanya meningkat. Jika itu semua bisa dilakukan, maka inflasi sepanjang tahun ini bisa di bawah 3 persen.
"Ini penting biasanya belanja cukup besar di akhir tahun lebih banyak, jadi perlu jaga inflasi barang-barang dan makanan," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan