Pencarian populer

HUT ke-73 RI, Gubernur BI Sampaikan 4 Tantangan yang Ekonomi RI

Perry Warjiyo di Mahkamah Agung (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Tepat pukul 07.00 WIB pagi ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan seluruh jajarannya mengadakan upacara memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73 di Kompleks Kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (17/8). Dalam kesempatan tersebut, Perry menjadi inspektur upacara.

Dalam pidatonya, Perry mengatakan setidaknya ada 4 tantangan yang masih dihadapi perekonomian Indonesia saat ini. Tantangan ini beragam, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Ada 4 tantangan yang harus kita selesaikan," kata Perry di hadapan seluruh karyawan Bank Indonesia.

Adapun tantangan pertama adalah memitigasi dampak peningkatan ketidakpastian ekonomi global dengan memperkuat ketahanan ekonomi. Lalu, yang kedua adalah upaya mengatasi tekanan pada depresiasi nilai tukar dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Kita harus mengatasi ini seraya tetap mendukung momentum pertumbuhan ekonomi terus berlanjut," ujarnya.

Ketiga, Perry mengatakan pihaknya harus memanfaatkan pengembangan ekonomi dan keuangan digital untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Dan tantangan yang terakhir adalah bagaimana memperkuat sumber daya manusia.

BI, lanjut Perry, telah merumuskan berbagai kebijakan sebagai upaya untuk mengatasi 4 tantangan tersebut. Dari sisi kebijakan moneter misalnya, diarahkan untuk memperkuat dan mempertahankan stabilitas, khususnya nilai tukar.

"Karena itu dalam RDG (Rapat Dewan Gubernur] kemarin kami kembali menaikkan suku bunga kebijakan untuk mengendalikan CAD dalam batas aman, dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan," katanya.

Ilustrasi logo Bank Indonesia. (Foto: AFP/Romeo Gacad)

Tak hanya itu, Perry mengatakan bahwa pihaknya menaikkan suku bunga yang juga disertai intervensi di pasar valas dan SBN maupun terus melakukan langkah pendalaman pasar keuangan.

“Kita juga melakukan kebijakan makroprudensial agar mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya lagi.

Koordinasi dengan pemerintah pun akan terus dilakukan guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman dengan pengendalian impor, mendorong ekspor serta sektor pariwisata.

"Saya meminta kepada pimpinan pusat dan daerah agar bisa memfinalkan implementasi itu, sehingga mampu berkontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia dan terbaik di antara emerging market," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33