kumparan
17 Sep 2019 7:11 WIB

IHSG Diprediksi Melemah, Simak 10 Saham Rekomendasi

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher Jordan, mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG menunjukkan indikasi pelemahan terlihat dari indikator stochastic bergerak melebar setelah membentuk deadcross.
ADVERTISEMENT
Dennies memperkirakan penguatan IHSG hari ini dengan resistance 2 di level 6.298, resistance 1 di level 6.259, support 1 di level 6.187 dan support 2 di level 6.154.
"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan IHSG menunjukkan indikasi pelemahan terlihat dari indikator stochastic bergerak melebar setelah membentuk deadcross. Pergerakan IHSG selanjutnya akan menguji support lower bollinger band," kata Dennies dalam keterangan tertulis kepada kumparan, Selasa (17/9).
Adapun kemarin, IHSG ditutup melemah di level 6.219,44 atau turun 1,82 persen. Pelemahan itu didorong oleh Consumer (-6,06 persen) dan Finance (-1,62 persen).
Pelemahan IHSG kemarin, kata dia, didorong oleh sentimen negatif dari sector consumer setelah pada jumat lalu diumumkan kenaikan tariff cukai rokok menjadi 23 persen yang akan berlaku pada Januari 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
"Data neraca perdagangan yang baru dirilis juga menunjukkan hasil yang kurang baik," imbuh dia.
Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan pola pergerakan IHSG terlihat masih memiliki peluang untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya selama support level dapat dipertahankan dengan baik.
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: ANTARA FOTO
Menurut dia, hal ini juga ditunjang oleh masih tercatatnya capital inflow secara (year to date) serta stabilnya nilai tukar.
"Dalam jangka pendek hingga menengah IHSG masih berada dalam jalur uptrend," ujar William.
Berikut rekomendasi menu saham dari William yang bisa dibeli:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
ADVERTISEMENT
5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
7. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)
8. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
9. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
10. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan