kumparan
30 Sep 2018 18:35 WIB

Imbas Harga Minyak, Maskapai di China dan Hong Kong Naikkan Tarif

Pesawat Cathay Pacific. (Foto: Kentaro Iemoto/Wikimedia Commons)
Harga minyak dunia terus merangkak naik. Minyak Brent yang menjadi salah satu patokan harga minyak dunia dijual pada posisi USD 81,54 per barel pada tanggal 27 September. Sepanjang pekan ini, kenaikan Harga minyak itu memang disebut sebagai titik tertinggi sejak November 2014.
ADVERTISEMENT
Kenaikan harga ini berdampak terhadap meningkatnya biaya yang ditanggung oleh maskapai penerbangan dunia. Alhasil, maskapai asal China dan Hong Kong mulai menaikkan harga tiket dengan cara mengenakan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge).
Pada Sabtu (29/9) misalnya, tiga maskapai China seperti Okair, Lucky Air dan China Southern Airlines mengumumkan penambahan biaya pada penerbangan domestik mereka mulai tanggal 5 Oktober 2018 mendatang.
Dilansir China Daily, ketiga maskapai penerbangan itu akan menaikkan biaya tambahan menjadi 20 yuan (USD 3,13) dari sebelumnya 10 yuan (USD 1,56) per penumpang untuk rute penerbangan kurang dari 800 kilometer (km). Sementara, rute penerbangan di atas 800 kilometer akan dinaikkan menjadi 30 yuan (USD 4,7).
Maskapai China Southern (Foto: Wikimedia Commons)
ADVERTISEMENT
Sementara, maskapai penerbangan Hongkong yakni Cathay Pacific akan mengenakan biaya tambahan hingga USD 83 pada November 2018. Senada dengan Cathay Pacific, Cathay Dragon yang berangkat dari Hongkong juga dikabarkan akan mengenakan fuel surcharge mulai 2 November 2018 nanti.
Cathay Pacific dan Cathay Dragon merupakan maskapai penerbangan pertama di Hong Kong yang mengumumkan biaya tambahan bahan bakar setelah Departemen Penerbangan Sipil (CAD) mencabut larangan operator untuk menaikkan biaya tambahan guna menutup biaya bahan bakar jet.
Pihak Cathay Pacific mengatakan biaya tambahan bahan bakar akan menjadi USD 83 untuk penerbangan Hong Kong menuju tujuan di Pasifik Barat Selatan, Amerika Utara, Eropa, Afrika dan Timur Tengah. Sementara itu, rute regional ke China dan Jepang akan dikenakan tarif tambahan USD 19.
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, pada tahun 2017 lalu, baik Cathay Pacific dan Cathay Dragon diketahui membawa sebanyak 34,8 juta penumpang dengan hampir setengah dari 73 juta penumpangnya melewati Bandara Internasional Hong Kong.
Tak hanya kedua maskapai itu, Hong Kong Airlines melalui Manager Utama SIA untuk Hong Kong Chia Chow juga mengumumkan sedang mempertimbangkan kondisi pasar dan fluktuasi harga bahan bakar sebelum memutuskan pengenaan biaya tambahan.
"Beberapa maskapai mungkin memilih untuk menutup biaya bahan bakar yang lebih tinggi melalui komponen biaya tambahan yang terpisah dalam harga mereka," kata Chow seperti dilansir South China Morning Post.
Manajer Utama salah satu agen terbesar di wilayah itu, Miramar Travel mengemukakan tidak ada perubahan signifikan terkait kabar kenaikan harga tiket.
ADVERTISEMENT
"Orang Hong Kong tidak akan membatalkan perjalanan mereka karena biaya tambahan," kata Alex Lee Chun-ting.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·