Pencarian populer

INKA Incar Kontrak Baru Rp 7 Triliun di 2019

Kereta buatan INKA. (Foto: www.inka.co.id)

PT INKA (Persero) optimistis mampu mencapai target kontrak proyek baru pada tahun depan sebesar Rp 6,7- Rp 7 triliun, sementara pada tahun ini realisasi kontrak proyek baru mencapai Rp 6,1 triliun.

"Target kontrak baru Rp 7 triliun, atau Rp 6,7 triliun. Kita kan harus tumbuh. Tahun ini sekitar Rp 6 triliun lah," kata Sekretaris INKA Ketut Astika kepada kumparan, Minggu (11/11).

Namun Ketut enggan menjelaskan lebih rinci terkait proyek-proyek apa saja yang akan dilakukan tahun depan. Dia mengungkapkan, saat ini perseroan telah menjalin pembicaraan dengan berbagai negara seperti Costa Rica, Meksiko dan beberapa negara di kawasan Afrika.

Suasana Pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11). (Foto: Abdul Latif/kumparan)

"Sebetulnya kita masih bicara soal inisial-inisial proyek, kalau bicara soal itu kan kita harus ditetapkan proyek mana yang harus dimulai. Nah ini kita belum tahu persis nilai (kontrak)," imbuhnya.

Saat ini, INKA telah berhasil menjajaki pasar Asia seperti Bangladesh dan Filipina sejak tahun 2017. Berdasarkan data perseroan, sejak tahun 2017, INKA telah melakukan kontrak ekspor kereta api ke Bangladesh sebanyak 250 unit kereta dengan nilai kontrak sekitar USD 100,9 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Selain Bangladesh, INKA juga mengekspor 9 rangkaian kereta ke Filipina dengan nilai kontrak USD 52,8 juta atau sekitar Rp 757 miliar. Adapun rincian kontrak tersebut disepakati pada 22 Januari 2018 sebanyak 2 rangkaian kereta, lalu pada 28 Mei 2018 sebanyak 7 rangkaian kereta.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60