kumparan
7 Nov 2018 20:34 WIB

INKA Sedang Jajaki 8 Potensial Pasar di ASEAN dan Afrika

Suasana Pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11). (Foto: Abdul Latif/kumparan)
PT INKA (Persero) akan memperluas pasar perkeretaapian dunia khususnya di kawasan benua Afrika dan ASEAN. Berdasarkan data yang dipaparkan INKA, ada 8 negara yang sedang dijajaki sebagai konsumen potensial (potential customer). Adapun 8 negara tersebut yaitu Mozambik, Sudan, Nigeria, Senegal, Zambia, Mesir, Sri Lanka dan Myanmar.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, pihaknya terus melakukan promosi kepada negara-negara yang dirasa cukup berpotensi.
"Senegal, itu sudah menawarkan tadinya dia mau beli, setelah dihitung-hitung berapa kalau dari Dakar ke Mali naik kereta hanya 2 hari. Kalau menggunakan truk bisa sampai 4-5 hari," ucapnya saat ditemui di Kantor Pusat INKA, Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/11).
Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro berpose di kereta LRT di Pabrik PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/11). (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Berdasarkan data INKA, perseroan telah mengekspor kereta api ke berbagai negara, seperti ke Bangladesh dan Filipina pada tahun 2017-2018. Total nilai proyek yang diterima sekitar Rp 2 triliun.
"Untuk tahun ini, INKA tengah memproses pesanan dari beberapa negara di Asia. Salah satunya Bangladesh, yang memesan 250 gerbong kereta," katanya.
Setelah Filipina dan Bangladesh, INKA tengah berusaha untuk memasok lokomotif ke Thailand. INKA sedang bernegosiasi dengan State Railway of Thailand (SRT) agar dapat menyuplai 50 dari 150 lokomotif yang dibutuhkan Thailand.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan