Pencarian populer

Jadi Dirut BEI, Inarno Akan Genjot Jumlah Investor

RUPST Bursa Efek Indonesia (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini menetapkan Inarno Djajadi menjadi Direktur Utama BEI periode 2018-2021 menggantikan Tito Sulistyo.

Inarno mengatakan jajaran direksi BEI yang baru memiliki beberapa program utama yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan. Selain program baru, dia mengatakan akan tetap melanjutkan beberapa program warisan Tito Sulistio cs.

“Intinya kami ingin meneruskan apa-apa yang masih pending matters. Kami berikan apresiasi terhadap achievement direksi sebelumnya Pak Tito dan tim, Yang menjadi pipeline akan kita kawal eksekusinya dalam waktu dekat,” kata Inarno di Gedung BEI, Kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (29/6).

Menurut Inarno, sebagai pimpinan baru BEI, pihaknya akan menggunakan beberapa strategi khususnya untuk mengatasi kendala utama pasar modal, yaitu jumlah investor dan perusahaan tercatat yang menurutnya masih terbatas.

Inarno mengatakan dirinya berkomitmen untuk dapat mengembangkan produk secara lebih variatif. Harapannya hal tersebut dapat meningkatkan tidak hanya anggota bursa namun juga income stream.

“Lalu di sisi likuiditas kami rasakan masih rendah, jadi kami pikir perlu juga meningkatkan transaksi likuiditasnya,” ujarnya.

Adapun visi BEI ke depan ditetapkan dengan melakukan benchmarking pada bursa-bursa regional dan dunia, yang dirumuskan sebagai berikut:

Inarno Djajadi (Foto: Dok. BEI)

Menjadi Bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. Dengan memperhatikan misi, visi, dan posisi BEI saat ini, program kerja ditujukan untuk mencapai tiga tujuan strategis sebagai berikut:

1. Pengembangan produk-produk baru, yang akan dicapai melaIui: Penyediaan sarana perdagangan untuk produk-produk baru dan produk-produk Iainnya yang saat ini belum ditransaksikan a. Melalui trading platform. b. Penguatan straight through processing/STP bersama pelaku dan SRO lain. c. Harmonisasi regulasi yang diperlukan untuk pengembangan produk-produk baru.

2. Peningkatan jumIah Perusahaan Tercatat dan investor, yang akan dicapai melalui: a. Untuk akselerasi jumlah Perusahaan Tercatat antara Iain melalui pembinaan perusahaan start-up, Small Medium Enterprise (SMB) dan kemitraan dengan Fintech, privatisasi BUMN/BUMD, dan menarik perusahaan natural resources pada early stage yang didukung dengan penguatan governance dan listing standards yang akomodatif dengan kebutuhan pasar. b. Untuk peningkatan jumlah investor, dilakukan melalui penguatan program-program inklusi, edukasi, literasi pasar modal, dan simplifikasi proses pembukaan rekening nasabah, yang didukung dengan peningkatan ketersediaan dan akses data dan informasi serta referensi pasar.

3. Peningkatan transaksi dan Iikuiditas, yang akan dicapai melalui: a. Penyempurnaan fitur dan kapasitas sistem perdagangan (antara lain untuk mengantisipasi metode perdagangan nasabah berbasis algorithmic tradinh dan high fracuency trading. b. Mereview short selling, Securities Lending Borrowing (SLB), dan mengimplementasikan margin financing sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ketiga tujuan stategis tersebut akan didukung melalui perluasan jenis keanggotaan/panisipan bursa dan peningkatan kapasitas Bursa (AB) saat ini melalui program-program untuk memperluas usaha dan jenis layanan AB serta meningkatkan efisiensi proses di AB.

Program kerja strategis tersebut tentunya sangat memerlukan dukungan dari seluruh pelaku pasar dan regulator sehingga visi dan misi BEI yang sudah ditetapkan dapat dicapai dengan baik.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55