Pencarian populer

Jadi Startup Unicorn Bernilai Rp 158 Triliun, Grab Masih Merugi

Mobil Listrik Grab dari Hyundai. (Foto: Grab)
Grab merupakan startup unicorn yang memilki valuasi di atas USD 1 miliar. Sebagai penyedia jasa layanan jasa transportasi berbasis aplikasi ride-hailing app, Grab terlah beroperasi di 8 negara Asia Tengara, termasuk di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hingga akhir tahun 2018, Grab menargetkan mampu memperoleh suntikan modal baru dari investor sebesar USD 3 miliar. Total target pendapatan tahun ini sebesar USD 1 miliar. Meski memperoleh suntikan dan menjadi startup unicorn, Grab masih merugi. Hal ini ditegaskan oleh President Grab Ming Maa.
"Kita masih berusaha untuk itu (meraih untung)," ujar Maa seperti ditulis CNN, Rabu (5/12).
Hingga hari ini, Grab telah memperoleh tambahan pendanaan USD 2,7 miliar dan menargetkan bisa bertambah mencapai USD 3 miliar sebelum perayaan tahun baru 2019.
Dengan pendanaan baru USD 1 miliar dari Toyota pada Juni 2018, valuasi Grab telah tembus USD 11 miliar atau setara Rp 158,51 triliun (USD 1 = Rp 14.410).
GOJEK merilis aplikasi versi beta di Singapura. (Foto: Go-Jek)
Pada Maret lalu, Grab menghebohkan pasar ride-hailing Asia Tenggara karena membeli operasioal Uber di ASEAN. Namun, perlu dicatat, keluarnya Uber dari pasar Asia Tenggara, seperti ditulis the Economist, karena adanya campur tangan Masayoshi Son, CEO Softbank. Softbank merupakan investor di Grab dan Uber. Son disebut meminta Uber meninggalkan pasar Asia Tenggara. Alhasil, persaingan bisnis ride-hailing di kawasan tinggal menyisakan dua perusahaan, Grab dan Go-Jek.
ADVERTISEMENT
Grab Siap Bertarung dengan Go-Jek di Pasar Singapura Grab yang memiliki 125 juta pengguna ini siap bersaing dengan Go-Jek. Go-Jek pada pekan lalu masuk ke pasar Singapura dengan meluncurkan versi beta. Go-Jek sendiri merupkan startup unicorn asal Indonesia dan memperoleh dukungan dari raksasa teknologi asal China, Tencent. Untuk ekspasi di luar negeri, Go-Jek mengincar pendanaan baru mencapai USD 2 miliar.
Grab dan Go-Jek sebetulnya sudah bertarung sengit di Indonesia. Maa menyambut baik kedatangan pesaing barunya di Singapura yang juga merupakan markas dari Grab.
"Saya pikir, ini akan menarik karena bisa mengamati bagaimana kinerja Go-Jek dan bagaimana dia bersaing ketika keluar dari negara asalnya (Indonesia)," tambah Maa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80