kumparan
27 Apr 2019 12:54 WIB

Jokowi Ada Agenda Lain, Peresmian Bandara Baru Yogyakarta Ditunda

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat hendak melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat. Foto: Dok. Biro Setpres
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Peresmian Bandar Udara Baru Yogyakarta (BUBY) atau New Yogyakarta Airport (NYIA) yang semula dijadwalkan Senin, 29 April 2019 ditunda. Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo memiliki agenda lain.
ADVERTISEMENT
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih Pramesti, mengatakan penundaan tersebut karena Jokowi memiliki agenda lain pada Senin mendatang. Namun pihaknya juga belum mengetahui sampai kapan penundaan tersebut.
"Presiden ada agenda lain infonya," ujar Polana kepada kumparan, Sabtu (27/4).
Dia melanjutkan, dari sisi sarana dan prasarana di NYIA juga telah siap. Artinya, penundaan ini murni karena bentroknya jadwal Jokowi.
"Sudah siap (untuk sarana dan prasarana)," katanya.
Sebelumnya, Senior Manager Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), M Awaluddin, membenarkan informasi penundaan tersebut. “Iya benar (ditunda),” katanya.
Namun Awaluddin mengaku belum mendapat informasi, terkait alasan penundaan peresmian bandara baru tersebut. “Mohon maaf (soal penyebabnya) saya belum mendapat info pasti,” lanjut Awaluddin.
ADVERTISEMENT
Informasi yang diperoleh kumparan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang semula akan hadir ke Bandar Udara Baru Yogyakarta, di Kabupaten Kulonprogo itu, membatalkan kegiatan tersebut. Peresmian bandara, yang semula direncanakan Senin, 29 April 2019, ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
“Informasinya pada tanggal itu Presiden Joko Widodo ada kegiatan di Jakarta,” kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Handy Heryudhitiawan, kepada kumparan.
Masjid di Bandara Baru Yogyakarta. Foto: Dok. Angkasa Pura I
Rencana semula, setelah peresmian bandara baru itu akan langsung dioperasikan untuk penerbangan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bahkan menyebut ada 5 penerbangan yang akan langsung beroperasi.
"Pertama akan ada lima penerbangan yang ke sana. Dua dari Jakarta, (sisanya) keliling. Pertama lokal dulu. Internasional mungkin dua minggu lagi," katanya saat ditemui usai acara Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Tahun 2019 di Hotel Mercure, Kemayoran, Kamis (25/4).
ADVERTISEMENT
Target peresmian dan pengoperasian Bandara Baru Yogyakarta sebelumnya pada 29 April 2019, merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 98 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandara Baru di Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari kesiapan sendiri, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia juga telah menyiapkan prosedur pengaturan lalu lintas penerbangan di ruang udara Yogyakarta dalam rangka mendukung beroperasinya NYIA.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan prosedur Performance Based Navigation (PBN), yakni prosedur pengaturan navigasi penerbangan dengan menggunakan teknologi berbasis satelit. Sehingga ketika Bandara NYIA beroperasi, Bandara Adisutjipto juga dipastikan akan tetap beroperasi secara baik.
“Ruang udara Yogyakarta ini cukup padat, pergerakan pesawat udara dalam satu hari bisa sekitar 280-300 pergerakan take-off dan landing, terdiri dari 170 regular flight dan sisanya training. Saat Bandara NYIA beroperasi, Bandara Adisutjipto tetap akan beroperasi untuk slot penerbangan militer dan training. Jadi cukup kompleks pengaturan ruang udaranya. Tetapi kami sudah siap sehingga penggunaan ruang udara Yogyakarta dapat dikelola dengan baik,” kata Novie.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan