Pencarian populer

Jokowi Minta Harga Avtur Turun, Sri Mulyani Kaji Penurunan Pajak

Sri Mulyani Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemerintah tengah mengkaji penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) avtur. Hal ini dilakukan lantaran tarif PPN untuk BBM pesawat itu lebih tinggi dari negara lain.

PPN avtur di Indonesia saat ini sebesar 10 persen. Angka ini dinilai masih lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan Tahiland yang sekitar 7-8 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pihaknya akan melakukan perbandingan tarif PPN avtur di Indonesia dengan negara lain. Ini dilakukan otoritas fiskal demi menciptakan kesetaraan atau level of playing field dengan negara lain.

"Saya menyampaikan, sama kayak Garuda pernah menyampaikan, kalau itu sifatnya adalah level of playing field, kita bersedia untuk meng-compare dengan negara lain. Kita selalu dibandingkan dengan Singapura, Kuala Lumpur. Kalau treatment PPN itu adalah sama, kita akan berlakukan sama," ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Selasa (12/2).

Penurunan PPN avtur tersebut juga dilakukan pemerintah agar tak ada lagi kompetisi yang tak sehat antara Indonesia dengan negara lainnya.

"Jadi kita lihat supaya kita enggak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lainnya," jelasnya.

Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Mengenai tingginya harga jual avtur dari Pertamina, Sri Mulyani bilang, hal itu akan dikaji oleh BUMN migas tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung polemik harga bahan bakar avtur. Jokowi mengaku baru mendapatkan informasi terkait dengan harga Avtur yang dimonopoli oleh Pertamina.

"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget dan malam hari ini saya baru tahu mengenai Pak CT (Chairul Tanjung) mengenai avtur, yang ternyata avtur yang dijual di Soetta (Bandara Soekarno-Hatta) itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," kata Jokowi.

Sehingga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan akan memanggil pihak Pertamina untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dia pun memberikan pilihan yang dianggap tepat.

"Besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina, pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional atau tidak. Kalau tidak bisa, saya akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi," ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: