Pencarian populer

Jonan: Dibahas 18 Tahun, Blok Masela Akhirnya Temui Titik Terang

Pertemuan Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan CEO Inpex Takayuki Ueda di Jepang. Foto: Dok. SKK Migas

Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation menyepakati kerangka final dari rencana pengembangan Plan of Development (PoD) Blok Masela. Inpex merupakan perusahaan minyak dan gas asal Jepang yang menjadi operator blok tersebut.

Kesepakatan final dari PoD ini dicapai kedua belah pihak dalam kunjungan Menteri ESDM Ignasius Jonan ke kantor Inpex di Tokyo, Jepang (16/5). Di sana, Jonan bertemu dengan CEO Inpex, Takayuki Ueda.

Kesepakatan final yang bersejarah tersebut ditandai dengan penandatanganan Minute of Meeting oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda, disaksikan Jonan.

Ini merupakan pertemuan lanjutan antara kedua belah pihak. Sejumlah poin strategis pun berhasil disepakati, yang memungkinkan lapangan gas raksasa ini bisa segera dikembangkan.

"Akhirnya Inpex dan SKK Migas sepakat atas pokok-pokok pengembangan Blok Masela sore ini di Tokyo. Pembahasan telah berlangsung sejak 18 tahun yang lalu lho. Nilai investasi antara USD 18-20 miliar dengan pembagian yang fair bagi Negara RI dan kontraktor. Saya sampai terharu," kata Jonan dalam keterangan tertulis, Senin (27/5).

Nilai investasi pengembangan Blok Masela akan mencapai sekitar USD 20 miliar. Kedua pihak berhasil mencapai win-win solution dengan skema bagi hasil, dimana pemerintah sekurangnya mendapat bagian 50 persen.

Menurut Jonan, nilai tersebut dengan skema pembagian yang disepakati cukup adil bagi Indonesia dan Inpex sebagai kontraktor. Selanjutnya, akan dibahas negosiasi detail dari kerangka tersebut, sehingga perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation Jepang bisa segera ditandatangani.

Ada pun penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Inpex Corporation, Jonan menjelaskan, direncanakan dilaksanakan pada pertemuan negara-negara G20 di Jepang dalam waktu dekat.

Dengan demikian maka pembahasan tentang Blok Masela yang sudah berlangsung hampir 20 tahun telah menemukan titik akhir, yang akan memberi dampak positif bagi peningkatan iklim investasi nasional serta pembangunan kawasan Timur Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Jonan didampingi Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, dan Deputi Perencanaan SKK Migas Jafee Suardin.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53