Pencarian populer

Jonan: Mudah-mudahan Tarif Listrik Tahun Depan Turun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan usulan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pada tahun ini tidak ada perubahan tarif listrik. Sebab, kurs rupiah sejauh ini dinilai lebih kuat dari asumsi APBN dan RKAP PLN 2019 yaitu Rp 15.000/USD.
ADVERTISEMENT
Menteri ESDM Ignasius Jonan, mengatakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sejauh ini juga hampir lebih rendah dibandingkan asumsi dalam APBN 2019 dan RKAP PLN yaitu USD 70/ barel.
"Untuk tahun 2020, pembahasan sedangan dilakukan Pemerintah di DPR baik di Komisi terkait serta di Banggar. Sehingga Pemerintah belum menetapkan rencana perubahan tarif listrik di tahun 2020 hingga saat ini," kata Jonan dalam keterangan tertulis, Minggu (7/7).
Menurut Jonan, tarif listrik pada tahun depan akan bergantung pada beberapa parameter seperti kurs rupiah dan harga minyak. Dia mengaku cukup optimistis tarif listrik tidak akan berubah sejalan target dari PLN.
"Jadi pandangan saya bahwa tarif listrik di tahun depan mudah-mudahan tetap sama, bahkan sejalan dengan target PLN bahwa tarif listrik dapat menurun untuk meningkatkan daya saing nasional khususnya tarif listrik untuk pelanggan industri dan bisnis," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Beberapa indikator yang menguatkan proyeksi tersebut, antara lain terkait nilai tukar rupiah yang saat ini masih cukup menguat, di bawah asumsi APBN senilai Rp 15.000/USD.
Petugas PLN mengganti meteran listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (15/5/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sedangkan untuk harga minyak, pada saat ini masih sekitar USD 61/barel, jauh di bawah asumsi USD 70/Barrel. Jonan memperkirakan harga minyak dalam satu tahun ke depan akan berkisar di sekitar harga tersebut.
"Harga batu bara acuan pada Juni sekitar USD 71/ton di Kalori 6.322, yang sudah nyaris sama dengan harga patokan batu bara untuk kelistrikan yaitu USD 70/ton. Harga gas juga sudah ditetapkan 8 persen dari ICP di mulut sumur gas atau maksimum 14.5 persen di plant gate pembangkit listrik," katanya.
Selain itu, efisiensi PLN seperti susut jaringan serta efisiensi operasional serta keuangan, kata dia, akan sangat berpengaruh pada Biaya Pokok Produksi listrik.
ADVERTISEMENT
"Pembangkit listrik yang baru memasuki jaringan, belakangan ini memiliki tarif yang relatif lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik yang sudah beroperasi sebelumnya," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85