Pencarian populer

Kantong Belanja Jadi Solusi Larangan Penggunaan Kantong Plastik?

Melihat penggunaan kantong plastik pada pedagang di pasar induk Kramat Jati Jakarta Timur pada Jumat (21/12). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Pemerintah DKI Jakarta bakal melarang pedagang memberikan kantong plastik kepada konsumen yang membeli produknya mulai Januari 2019 mendatang. Jika melanggar, siap-siap kena denda sebesar Rp 5 juta hingga Rp 25 juta.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DKI Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, ritel modern telah bersiap menyambut pelarangan kantong plastik beredar di DKI Jakarta. Salah satu caranya ialah bakal menyediakan kantong belanja yang bisa dibeli konsumen di tempat.

"Kita menyediakan kantong belanja (tas belanja) yang bisa dipakai ulang harganya (sekitar) Rp 3.500," katanya ketika dihubungi kumparan, Rabu (26/12).

Ilustrasi kantong plastik. (Foto: Pixabay)

Solihin mengaku sepakat dengan aturan itu. Asal, ritel bisa kompak mendukung aturan yang berguna untuk menjaga lingkungan dengan menekan penggunaan sampah kantong plastik itu. Ia pun menjanjikan akan patuh.

"Nurutlah, satu daerah di mana kita usaha punya aturan pasti nurutlah," tegasnya.

Di sisi lain, kata dia, ritel juga akan melakukan sosialisasi terkait peralihan penggunaan kantong plastik ke kantong belanja itu. Baik sebelum atau pun saat larangan itu diterapkan. Caranya pun beragam, mulai dari pemasangan poster hingga imbauan yang diberikan petugas ritel di lokasi.

Pedagang grosir plastik di pasar induk Kramat Jati Jakarta Timur pada Jumat (21/12). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

"Sosialisasi kami sampaikan dengan bahasa sebaik-baiknya ke konsumen, seperti 'teman-teman di toko, Ibu Bapak, mohon maaf kami tidak menyediakan kantong plastik', pasti ditanya dasarnya apa? Ini tapi kami menyediakan kantong belanja. Jadi sebelum dan sejak diberlakukan ada kisi-kisinya," ujar pria yang juga Corporate Affairs Director Alfamart itu.

Dengan begitu, Ia berharap, masyarakat perlahan-lahan bisa terbiasa untuk tidak bergantung pada penggunaan kantong plastik dan bisa beralih ke kantong belanja. Baik yang disediakan oleh ritel atau berinisiatif membawa sendiri.

"Ini enggak bisa sepihak dan harus kesadaran konsumen, karena aturan sudah dan diberlakukan peritel mencari solusi," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55