kumparan
10 Jan 2018 15:37 WIB

Kelola 9 Blok Migas di RI, PetroChina Siapkan Rp 4 Triliun

Ilustrasi pertambangan migas (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Perusahaan hulu migas asal China, PetroChina International Companies in Indonesia, menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih dari USD 300 juta atau sekitar Rp 4 triliun untuk mengelola 9 blok migas di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Besarnya capex PetroChina tahun ini karena pemerintah China memberikan keleluasaan kepada pengusaha negeri tirai bambu untuk berinvestasi di Indonesia.
Capex ini rencananya akan dialokasikan untuk 9 blok migas yang dikelola PetroChina di Indonesia, termasuk kegiatan pemboran dan komplesi 16 sumur baru. Selain itu ada 17 kegiatan kerja ulang pada sumur yang ada atau workorver, dan 123 kegiatan perawatan sumur.
Presiden PetroChina International Companies in Indonesia, Gong Bencai, mengatakan tahun ini perusahaannya aktif melakukan aksi bisnis di Indonesia pada saat industri hulu migas justru dinilai sedang lesu.
"Kita komitmen untuk investasi tahun ini lebih banyak, terutama di Blok Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat)," katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (10/1).
ADVERTISEMENT
Blok Jabung adalah blok pertama PertoChina di Indonesia sejak mereka masuk tahun 2002 silam. Tahun lalu, kata Bengcai, produksi minyak dan gas di sana mencapai 54.497 barel setara minyak per hari (BOEPD).
Dari total capex PetroChina di Indonesia tahun ini, paling besar diarahkan untuk investasi ke Blok Jabung. Angkanya sekitar USD 56,9 juta. Belanja modal itu naik sekitar USD 13 juta dibanding tahun lalu yang sebesar USD 43,9 juta.
"Meskipun ini lapangan tua, tapi ditargetkan tahun depan produksinya mencapai 60 ribu BOEPD," jelas Bengcai.
Selain mengelola Blok Jabung, anak perusahaan dari China National Pertroleum Corporation (CNPC) ini juga tengah membuka lapangan baru, yakni Sabar dan Panen di Jambi.
ADVERTISEMENT
General Manager Jabung PetroChina, Yu Guoyi menuturkan produksi gas Lapangan Sabar ditargetkan sebesar 17 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan dari Lapangan Panen ditargetkan produksi minyak sebesar 3.000 barel per hari (BOPD).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan