kumparan
31 Mei 2018 12:06 WIB

Kembangkan Energi Terbarukan, Warren Buffett Jual Listrik Tenaga Angin

Warren Buffett (Foto: Reuters)
Investor terkemuka dunia Warren Buffett, tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) atau PLTB untuk bisa melayani pelanggan di seluruh negara bagian Iowa dengan energi terbarukan. Pembangunan PLTB itu dilakukan melalui MidAmerican Energy Co, yang merupakan anak perusahaan Berkshire Hathaway.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, untuk bisa menjadi produsen listrik yang seluruhnya dari energi terbarukan, MidAmerican Energy Co menginvestasikan dana USD 922 juta atau setara Rp 12,9 triliun (Kurs Rp 14.000). Proyek ladang angin ini diproyeksikan sudah bisa menjual listriknya ke pelanggan pada 2020.
"(Dengan listrik tenaga angin) kami tidak harus menaikkan tarif pelanggan, dan itu bagian besar dari cara kami mengevaluasi proyek-proyek ini," kata CEO MidAmerican Energy Co Adam Wright dalam wawancara khusus.
Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway Inc, mulai berinvestasi mengembangkan listrik tenaga angin sekitar 15 tahun yang lalu. Buffett menilai, energi angin jadi semacam lindung nilai (hedging) dibandingkan listrik dari migas atau mineral.
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) (Foto: Nurlaela/ Kumparan)
Listrik tenaga angin, ujarnya, bebas dari gejolak harga seperti minyak, gas, atau batu bara. Selain itu, sebagai energi terbarukan juga sangat ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi. Sementara Adam Wright menambahkan, insentif pajak dari pemerintah membuat listrik tenaga angin jadi lebih murah.
ADVERTISEMENT
MidAmerican Energy Co yang berbasis di Des Moines, Iowa, melayani 770.000 pelanggan listrik. Jika proyek listrik barunya yang memanfaatkan angin itu sudah rampung, produksi listrik yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan semua pelanggan di Iowa.
Kontribusi tenaga angin di negara bagian Iowa, meliputi 35% dari total produksi listrik yang dihasilkan. Ini merupakan yang terbesar di antara negara bagian lainnya. Sisanya masih dari pembangkit listrik yang digerakkan dengan gas alam, nuklir atau batu bara. Secara bertahap semuanya akan digantikan dengan tenaga angin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan