Pencarian populer

Kemenhub: KAI Akan Investasi Langsung Reaktivasi Jalur KA Garut-Cibatu

Penggantian rel Kereta Api (Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Jalur kereta api (KA) Cibatu-Garut sepanjang 19 km menurut rencana akan kembali diaktifkan pada tahun ini. Jalur tersebut sudah ada sejak tahun 1889 namun ditutup tahun 1983.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengungkapkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan sepenuhnya menanggung proyek reaktivasi tersebut.

"KAI yang mau investasi dari Cibatu ke Garut," ungkap Zulfikri saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (4/1).

Jalur KA Cibatu-Garut adalah jalur kedua di Jawa Barat yang akan direaktivasi. Sebelumnya, KAI disebut Zulfikri juga berminat untuk mereaktivasi jalur KA Banjar-Pangandaran yang sudah mati sejak tahun 1982 lalu.

"Masih pembahasan KAI, KAI juga mau investasi itu (Banjar-Pangandaran) tetapi yang jelas soal Cibatu dulu," sebutnya.

Komisaris PT KAI Freddy Harris (kiri) saat memeriksa kondisi rel di Stasiun Tawang, Semarang. (Foto: Afiati Tsalitsati)

Dihubungi terpisah, VP Corporate Communication KAI, Agus Komarudin, menyatakan ketertarikan KAI menghidupkan kembali jalur Cibatu-Garut masih dibahas dengan Kemenhub, termasuk soal pendanaan. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan kembali jalur tersebut.

"Yang sudah pasti KAI siap untuk pengoperasian KA di jalur tersebut termasuk penyediaan sarana, fasilitas layanan, termasuk penertiban warga yang mendirikan bangunan di jalur rel non aktif Cibatu-Garut," tuturnya.

Bagi Agus, jalur Cibatu-Garut memiliki potensi ekonomi cukup besar. Tidak hanya sekadar melayani penumpang khususnya ke tempat wisata, pengaktifan kembali jalur KA Cibatu-Garut diharapkan bisa mengurangi beban angkutan jalan.

"Intinya demografi terus berubah dan harus didukung sektor trasportasi massal. Yang dikedepankan saat ini jalur itu bisa aktif dan bisa melayani masyarakat dengan transportasi massal berbasis rel di wilayah tersebut untuk mobilisasi produk lokal termasuk potensi wisata dan tentunya akan ada korelasinya dengan perekonomian di wilayah tersebut," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: