Pencarian populer

Kementan Pastikan Selada yang Racuni Warga AS Tak Ada di Indonesia

Selada Romaine. (Foto: REUTERS/Chris Helgren)

Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian memastikan Indonesia bebas dari ancaman bakteri Escherichia coli atau E.Coli yang terkandung pada selada romaine. Selada jenis itu telah menyebabkan 50 warga Amerika Serikat (AS) dan Kanada sakit, dan kasusnya masih diselidiki pemerintah setempat.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini menjamin jenis selada romaine sampai saat ini belum masuk ke Indonesia. "Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran karantina untuk memperketat pengawasan. Jika komoditas ini masuk dalam recognisi, segera dilakukan tindakan penolakan," kata Banun melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/11).

Pemerintah telah mengantisipasi dan menjaga kemungkinan masuknya sayuran jenis ini, dari negara mana pun yang dilanda penyakit akibat kontaminasi E. coli.

Menurut Banun, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan ancaman bakteri yang ada dalam selada romaine. Pasalnya, Indonesia tidak membuka kebijakan impor selada baik dari Amerika Serikat maupun Kanada.

Sebaliknya, jelas Banun, Indonesia justru mengekspor selada ke Singapura dan Malaysia.

Selada Romaine tidak dijual lagi di toko kelontong ini di Toronto, Ontario. (Foto: REUTERS/Chris Helgren)

Namun demikian, langkah antisipasi tetap akan dilakukan. Sebab menurutnya, bisa saja masyarakat Indonesia ada yang melancong ke Amerika Serikat dan Kanada kemudian membawa oleh-oleh selada romaine yang terkontaminasi bakteri E.Coli tersebut.

"Untuk mencegah masuknya Selada Romaine dari Amerika Serikat dan Kanada atau yang dibawa para pelancong dari kedua negara tersebut, kami sudah siapkan petugas di semua pintu masuk Indonesia, dengan instruksi surat edar," jelas Banun.

Dengan adanya jaminan dari pemerintah, masyarakat diimbau untuk tetap mengkonsumsi buah dan sayuran asal lokal. Apalagi kualitas dan rasa tidak kalah enak dari produk impor serupa serta terjaga pengendalian dan pola tanamnya sehingga lebih sehat dan aman.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61