Pencarian populer

Korporasi Besar di Belakang Bukalapak

Achmad Zaky, CEO dan Pendiri Bukalapak. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan

Bukalapak tengah menjadi sorotan. Situs marketplace yang didirikan Achmad Zaky itu menjadi ramai di twitter, setelah Zaky mem-posting cuitan yang dianggap memihak salah satu calon presiden untuk Pilpres 2019 nanti.

Ajakan untuk menghapus aplikasi Bukalapak dalam tagar #UninstallBukalapak pun menjadi trending topic di jagat maya.

Lantas, siapa pemilik Bukalapak ini?

Bukalapak disuntik modal dari beberapa investor besar baik asing maupun lokal, salah satunya PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau yang dikenal dengan Emtek.

Mengutip situs resmi perseroan, di tahun 2015, Emtek melalui anak perusahaannya, Kreatif Media Karya (KMK), yang merupakan pemilik portal Liputan6.com, berinvestasi di Bukalapak.

kumparan juga mencatat, pada Kamis (27/9/2018), Bukalapak menjalin kemitraan dengan startup penyedia dompet digital Dana, yang di belakangnya didukung oleh Elang Mahkota Teknologi (Emtek) dan Ant Financial (Alipay). Kerja sama antara Bukalapak dan Dana ini bakal sangat erat, karena keduanya disokong oleh Emtek Group sebagai pemilik saham mayoritas.

Emtek melalui KMK telah menyuntikkan dana beberapa kali ke Bukalapak, namun perseroan tidak membeberkan secara rinci besaran investasi tersebut.

Mengutip berbagai sumber, menilik dari laporan tahunan 2015 Emtek, investasi Emtek melalui KMK dilakukan melalui beberapa tahap.

Achmad Zaky, CEO Bukalapak. Foto: Bukalapak

6 November 2014, Emtek melalui anak perusahaannya KMK berinvestasi di Bukalapak dengan menanamkan modal sebesar Rp 29 miliar. Dengan investasi ini, KMK mendapatkan saham baru Bukalapak dari PT Kreasi Online Indonesia (Suitmedia). Dengan investasi ini, kepemilikan KMK atas saham Bukalapak sebesar 19,68 persen.

9 Januari 2015, KMK kembali berinvestasi di Bukalapak sebesar Rp 123,69 miliar. Dengan investasi ini, KMK mendapatkan 948.121 lembar saham baru dan membuat kepemilikannya di Bukalapak menjadi 42,74 persen. Inilah yang dimaksud putaran pendanaan Seri B.

Agustus 2015, KMK menambah lagi kepemilikan sahamnya di Bukalapak sebesar 351.959 lembar saham, sehingga total kepemilikan KMK atas Bukalapak menjadi 49,00 persen.

November 2015, KMK dan Bukalapak menyepakati untuk menambah setoran modal baru sebesar Rp 280 miliar.

Hingga Januari 2016, total investasi KMK di Bukalapak sudah mencapai Rp 432,69 miliar.

Sebelum Emtek ikut menanamkan modal, Bukalapak sebenarnya sudah pernah mendapatkan pendanaan dari beberapa investor lain, di antaranya Batavia Incubator dan GREE Ventures di tahun 2012.

Selain itu, di Februari 2014, Bukalapak juga kembali mendapatkan investasi baru dari Aucfan, IREP, 500 Startups, and GREE Ventures. Investasi kali ini merupakan putaran pendanaan Serie A.

kumparan juga mencatat, pada 10 Januari 2019, Bukalapak mendapat suntikan dana dari Naver Corp asal Seongnam, Korea Selatan. Naver adalah perusahaan internet raksasa di Korea Selatan. Mereka sering disebut sebagai 'Google-nya Korea' karena mesin pencarinya disukai penduduk di sana. Sayangnya, Bukalapak enggan menyebutkan nilai investasinya.

Hingga berita ini diturunkan, Emtek belum mau berkomentar soal keterkaitannya dengan pemberitaan Bukalapak ini. Pesan singkat dan telepon kumparan belum berbalas.

RUPST PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Emtek Masih Rugi

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) membukukan kerugian Rp 507,474 miliar di periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018.

Padahal, di periode yang sama tahun sebelumnya, induk usaha SCTV tersebut masih mencatatkan laba meskipun kecil yaitu Rp 100,937 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/1), perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 6,555 triliun di kuartal III 2018. Angka tersebut naik 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,106 triliun.

Meski demikian, beban pokok pendapatan juga ikut naik dari Rp 3,734 triliun menjadi Rp 4,406 triliun sehingga laba kotor tergerus menjadi hanya Rp 2,148 triliun dari sebelumnya Rp 2,372 triliun.

Beban penjualan juga tercatat naik dari Rp 168,337 miliar menjadi Rp 283,710 miliar.

Hingga 30 September 2018, total aset perseroan tercatat Rp 22,241 triliun, sementara total liabilitas Rp 4,613 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp 17,628 triliun.

RUPST PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Pemegang Saham Emtek

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/2), saat ini pemegang saham mayoritas Emtek dipegang oleh Eddy K Sariaatmadja sebesar 24,91 persen.

Berikut rinciannya:

- Eddy K Sariaatmadja 24,91 persen

- Susanto Suwarto 12,62 persen

- PT Adikarsa Sarana 11,89 persen

- Piet Yaury 8,85 persen

- PT Prima Visualindo 8,15 persen

- The Northern Trust Company S/A Archipelago Investment PTE Ltd 8,07 persen

- Fofo Sariaatmadja 5,38 persen

- Masyarakat 20,13 persen

- Yuslinda Nasution 0,02 persen

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: