kumparan
1 Jan 2019 10:26 WIB

Laba Bersih Pegadaian di 2018 Naik 9,4 Persen Jadi Rp 2,7 Triliun

Pegadaian cabang Jakarta Selatan usai lebaran. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
PT Pegadaian (Persero) meraup laba bersih sebesar Rp 2,7 triliun di tahun 2018, atau naik 9,4 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara aset tumbuh 9,2 persen menjadi Rp 53,2 triliun, dan outstanding loan tumbuh 9,4 persen menjadi Rp 40,3 triliun.
ADVERTISEMENT
Sementara di tahun 2019, Pegadaian menargetkan laba bersih naik menjadi Rp 3,3 triliun. Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, optimistis target itu dapat tercapai di tengah tahun politik dan relatif stabilnya prediksi pertumbuhan ekonomi.
"Optimistis. Di dalam blue print Pegadaian 2019-2023, komposisi portofolio akan berubah untuk kinerja bisnis gadai dan nongadai. Semula sebesar 84 persen dan 16 persen secara bertahap menjadi 60 persen dan 40 persen, yaitu gadai," ujarnya sesuai keterangan tertulis, Sabtu (1/1).
Ilustrasi Pegadaian. (Foto: Facebook/Pegadaian)
Selain itu untuk mencapai target tersebut, Pegadaian juga akan melakukan digitalisasi sistem dan produk agar makin cepat dan efisien dalam melayani pelanggan. Di tahun 2018 saat melakukan transformasi bisnis itu, kinerja keuangan tumbuh 9 persen.
Sunarso menambahkan, bisnis gadai saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka bisnis gadai menjadi lebih terbuka dan makin kompetitif. Hal itu mendorong pihaknya melakukan banyak terobosan inovasi produk dan layanan.
ADVERTISEMENT
"Namun, kami tetap menjaga Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang makin menurunan menjadi 1,3 persen," jelas Sunarso.
Adapun layanan yang disediakan Pegadaian untuk melayani masyarakat saat ini, yakni Pegadaian Digital Service (PDS), Investasi Emas, Gadai Syariah, Gadai Tanpa Bunga, dan Agen Pegadaian.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan