kumparan
7 Des 2018 8:14 WIB

Lion Air: Keputusan Pembatalan Pembelian Pesawat Boeing Belum Final

Armada Lion Air. (Foto: Aviatren.com)
Lion Air Group masih akan mencari jalan keluar alternatif terkait rencana pembatalan pembelian pesawat dari perusahaan Boeing. Saat ini Lion Air sedang membahas hal tersebut secara internal, termasuk bersama pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana.
ADVERTISEMENT
"Belum (keputusan final pembatalan pembelian), Iya. secara internal masih akan kita bicarakan lagi," ungkap Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait, kepada kumparan, Jumat (7/12).
Meski demikian, Edward mengakui adanya niat perusahaan untuk membatalkan pembelian pesawat dari pabrikan Boeing.
"Tapi apapun bisa mungkin (pembatalan), tapi kita lihat aja" imbuhnya.
Pesawat Lion Air (Foto: AFP/Roslan Rahman)
Sayangnya, Edward enggan berkomentar lebih jauh mengenai rencana tersebut.
"Saya belum bisa bicara banyak tentang ini," katanya.
Rencana pembatalan pembelian pesawat Boeing disebabkan karena Lion Air merasa disudutkan oleh Boeing. Boeing cenderung menyalahkan Lion Air atas jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 nomor penerbangan JT-610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang, akhir Oktober 2018 lalu.
Lion Air group memang tercatat sebagai pembeli dan pemesan Boeing 737 MAX terbanyak di Indonesia. Hingga September 2018, Lion Air telah memesan 201 unit Boeing MAX. Kontrak dilakukan pada 17 November 2011 di Bali. Penandatangan pembelian langsung disaksikan oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama. Saat itu, Lion Air group menandatangani pembelian 201 unit Boeing 737 MAX dan 29 unit Boeing Next-Generation 737-900 ER. Total pembelian 230 unit pesawat ini mencapai USD 21,7 miliar
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan