kumparan
2 Des 2018 18:01 WIB

Luhut Ajak Sang Cucu Beli Kura-kura di Pameran Ikan Hias

Menteri Luhut Binsar Panjaitan di Acara Nusantic 2018, ICE BSD Tangerang. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Di hari Minggu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan datang ke acara pameran ikan hias Nusatic 2018 di Hall 1 International Convention Exhibition (ICE) BSD di Serpong, Tangerang. Luhut diundang untuk menutup acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Luhut datang ke BSD sekitar pukul 14:00 WIB dengan menggunakan kemeja coklat kotak-kotak. Sambil melihat ikan-ikan yang ada, ternyata dia membawa serta istri dan cucu-cucunya yang berusia tingkat Sekolah Dasar.
Saat Luhut duduk di depan sebagai tamu VIP, salah satu cucunya terlihat membawa sebuah kura-kura dalam sebuah kotak transparan. Rupanya, sang cucu ingin melapor bahwa dirinya baru saja membeli kura-kura.
“Iya (tadi panggil-panggil), beli apa tuh, beli kura-kura,” kata dia ditemui usai acara di ICE BSD Serpong, Minggu (2/12).
Cucu Luhut Binsar Panjaitan beli kura-kura di Nusatic 2018. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Dalam acara yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, Luhut mengapresiasi acara besar ini. Kata dia, sudah seharusnya Indonesia menjadi pasar ikan hias dunia.
Alasannya, menurut Luhut, tentu saja Indonesia negara kepulauan. Potensi ikan hiasnya sangat banyak dan beragam. Menurutnya, saat ini pasar ikan hias Indonesia masih terlalu kecil di dunia.
ADVERTISEMENT
“Bagus acaranya. Menurut saya kita bisa jadi pemain global. Dan saya pikir, Pak Sugiarto (Ketua Nusatic) dengan kerja sama ini akan tingkatkan ekspor. Masa kita (market share-nya) enggak sampai 10 persen dunia?” jelasnya.
Tapi Luhut meminta agar penjualan ikan hias Indonesia jangan diambil langsung dari alam laut. Tapi, harus yang berasal dari budi daya. Ini dilakukan agar tidak merusak lingkungan, tapi ekonomi masyarakatnya tetap jalan.
Cucu Luhut Binsar Panjaitan beli kura-kura di Nusatic 2018. (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Salah satu usaha budi daya yang sudah dilakukan Luhut sendiri adalah terumbu karang di Bali. Terumbu karang yang dipasang pada saat acara pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali Oktober lalu saat ini sudah mulai tumbuh.
“Jadi seperti coral itu yang dibudidayakan. Itu kan jadi mata pencaharian buat UMKM, ya kita izinkan tapi enggak boleh diambil dari alam. Jadi pemerintah melayani tapi pelaku bisnis jangan bohong. Jaga kepentingan nasional, aman, enggak rusak lingkungan tapi mata pencaharian aman. Saya akan lindungi dan arahkan betul,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·