kumparan
9 Sep 2019 13:22 WIB

Luhut soal Mobil Esemka Disebut Mirip Produk China: Kurang Kerjaan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/9). Foto: Fanny Kusumawardhani
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade menyebut desain mobil pikap Esemka mirip produksi China. Pernyataan tersebut diungkapkan usai Presiden Jokowi mengunjungi pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, bahwa orang yang bilang mobil Esemka mirip produksi China, kurang kerjaan. Semestinya produksi mobil dalam negeri didukung.
"‎Kayak kurang kerjaan aja yang ngomong-ngomong itu, kurang kerjaan," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/9).
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Dia menambahkan, seharusnya mobil Esemka mirip dengan produksi China atau negara lain tak usah dipermasalahkan. Sebab mobil Esemka tersebut memiliki harga yang murah, sehingga terjangkau bagi masyarakat.
"Ini mobil murah, dipakai rakyat biasa. Mau datang dari bulan, dari mana itu, yang penting kan ada di situ," tegas Luhut.
Menurut Luhut, produk mobil Esemka memiliki kualitas yang baik. Pun dalam proses manufaktur dilakukan di Indonesia. Oleh karenanya, mobil Esemka tak semestinya dipersoalkan.
ADVERTISEMENT
"Kan sudah jadi, ada pab‎riknya. Semua pekerjanya orang Indonesia, kan bagus," katanya.
Jokowi Optimistis Mobil Pikap Esemka Laku Keras
Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis mobil Esemka Bima 1200 cc bisa laris di pasaran. Alasannya, mobil pikap itu ditawarkan dengan harga kompetitif.
"Harganya Rp 95 juta off road yang murah. Feeling saya laku keras," kata Jokowi usai meresmikan fasilitas produksi dan peluncuran produk PT Solo Manufaktur Kreasi alias Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9).
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) mengamati salah satu produk mobil keluaran pabrik mobil Esemka. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Meski harga kompetitif, manajemen Esemka harus tetap mengedepankan juga aspek pemasaran. Tanpa pemasaran, produksi mobil lokal akan kalah saing dengan pemain lama di industri otomotif nasional.
Menurut Jokowi, mobil Esemka varian pikap sudah cukup baik untuk sebuah awalan produk dan brand otomotif lokal. Ia percaya, ke depan varian Esemka akan terus berkembang dengan kualitas dan desain lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
"Ini produksi yang pertama. Kualitas menurut saya cukup baik, kalau ada kurang-kurang dikit," tambahnya.
Keunggulan lain ialah produk ini diproduksi oleh perusahaan lokal, yakni PT Esemka. Meski produk dan merek lokal, Jokowi menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan perlakukan khusus bagi Esemka. Baginya dunia usaha seperti industri otomotif harus mampu tumbuh dan bersaing secara mandiri.
"PT Esemka sebagai perusahaan swasta, harus mandiri, berani bersaing, berkompetisi, dengan produk lain. Akan bisa survive kalau punya produksi baik, harga baik, pasti pasar akan terima," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·