kumparan
20 Feb 2019 21:25 WIB

Luhut Ungkap Grab dan Hyundai Mau Investasi Miliaran Dolar di RI

Menko Maritim Luhut Panjaitan (tengah) dalam Pertemuan Forum Bilateral dengan Dubes Belanda di Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Hyundai dan Grab berencana untuk berinvestasi miliaran dolar AS di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh masing-masing chief executive officer (CEO) usai bertemu dirinya.
ADVERTISEMENT
"Grab ingin membawa investasi hingga billion dolar untuk elektrifikasi di Indonesia," kata Luhut di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).
Ia menjelaskan pihak Grab hanya tinggal meminta approval atau persetujuan pihak Indonesia, termasuk menuntaskan permasalahan teknis terkait pajak. Begitu pula halnya dengan Hyundai yang disebut juga siap menggelontorkan investasi hingga miliaran dolar AS.
Kedua perusahaan itu ingin secepatnya merealisasikan investasinya di Indonesia. CEO Grab Anthony Tan, sambung Luhut, mengaku optimistis meski saat ini Indonesia menghadapi tahun politik .
"Anthony Grab, dia bilang tidak peduli dengan pilpres dia bilang soal politik, i trust your government. Saya ingin invest saja," kata dia.
CEO dan Founder Grab, Anthony Tan. Foto: Grab
Luhut melanjutkan, pihak Hyundai dan Softbank akan segera bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Seluruhnya, dikatakan Luhut, melihat bahwa pasar Indonesia sangat besar sekali.
ADVERTISEMENT
"Karena mereka melihat pasar Indonesia besar sekali, jadi kita tidak hanya tergantung dengan (Investor) China, jadi kalau orang bilang China-China enggak lah. buat kita itu, mana saja sepanjang dia comply dengan kriteria kita," jelas Luhut.
Untuk Softbank sendiri, lanjut Luhut juga ingin investasi di bidang mobil listrik sama halnya dengan Hyundai dan Grab.
"(Di bidang) mobil listrik. kita lihat aja nanti. Ini baru preleminary data, mereka sangat agresif. tapi mereka harus compply dan sekarang kita lagi sempurnakan Perpres (mobil listrik) itu. Saya kira maret (selesai), Pak Ridwan (Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim) bilang sudah final," jelas Luhut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan