Pencarian populer

Masalah Perizinan Hambat Perkembangan Sektor Pariwisata di Indonesia

Sejumlah wisatawan di lokasi Candi Borobudur. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Persoalan izin masih menjadi hal yang menghambat sektor pariwisata di Indonesia. Padahal, pemerintah mendorong sektor pariwisata sebagai penyokong ekonomi domestik setelah ekspor.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, juga menganggap perizinan di Indonesia lebih sulit dibandingkan negara berkembang lainnya. Dia pun mencontohkan pariwisata di Thailand yang lebih mudah mengurus perizinan.

"Thailand karena akses dan perizinan mereka lebih pro bisnis, tapi kan kita negara kepulauan juga. Ketersediaan listrik, air, bagaimana kapal yang panjangnya 100 meter bisa provide listrik," ujar Rosan di acara Rakernas Pariwisata di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (27/9).

Selain itu, lanjut dia, pemerintah Thailand juga mendorong pariwisata dari sisi insentif fiskal. Sementara pemerintah Indonesia justru menaikkan tarif pajak pada 1.147 komoditas impor.

"Sekarang pajaknya malah dinaikkan, jadi agak susah. Peraturannya sulit," katanya.

Namun demikian, Rosan menyarankan agar pemerintah bisa memberikan kebijakan yang bisa kembali mendorong investor untuk masuk ke Indonesia, termasuk adanya kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait.

Wisatawan memanjat dinding candi Borobudur. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

"Harus ada kerja sama dengan kementerian lain agar ke depan bisa lebih berkembang," jelas dia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan sulitnya perizinan memang masih menjadi kendala di sektor pariwisata. Tak hanya di Indonesia, katanya, di negara berkembang lainnya juga perizinan masih menjadi kendala.

"Hal yang paling menghambat kita adalah permit atau perizinan. Ini sudah menjadi penyakit negara berkembang, mempersulit orang saat ingin berinvestasi. Untuk melakukan revolusi mental kepada seluruh aparat di Indonesia tidak cukup selama lima tahun saja," jelas Arief.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, perolehan devisa dari sektor pariwisata pada Juli 2018 mencapai USD 1,5 juta. Sehingga sejak awal tahun hingga Juli 2018, devisa dari pariwisata mencapai USD 9 juta.

Pertumbuhan sektor pariwisata mencapai 22 persen hingga Juli 2018, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata di ASEAN yang hanya 7 persen dan dunia 6,4 persen.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23