kumparan
9 Nov 2018 18:16 WIB

Melihat Senjata Anti Drone Buatan Turki yang Canggih

Senjata anti drone Turki dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Aselsan Turki memamerkan salah satu produk senjata unggulannya, yaitu iHTAR Anti Drone System yang mampu melacak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) alias pesawat tanpa awak pada kondisi cuaca yang ekstrem di siang dan malam.
ADVERTISEMENT
Manajer Marketing Internasional Regional Asia Pasific Kagan Menekse mengatakan, rentang deteksi mini-UAV itu bisa mencapai 5 km dengan pelacakan multi target dan otomatis.
"iHTAR menggunakan ACAR radar system sebagai pengawasan utamanya sensor yang juga berperan dalam ketahanan cuaca tadi," katanya ketika ditemui kumparan di gelaran Indo Defence 2018 Ekspo & Forum, di Jakarta Expo Internasional, Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (9/11).
Senjata anti drone Turki dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Kagan melanjutkan, iHTAR juga memiliki spesifikasi yang tak diragukan. Di antaranya, mampu melakukan pemindaian berkelanjutan dengan sektor 360 derajat, sistem jammer yang ditentukan oleh perangkat lunak (programmable), synthesizer frekuensi digital yang bisa diprogram penuh, hingga bisa melawan perangkat remote control (RC), radio, penerima GPS, dan Wi-Fi.
"Di situ ada Gergedan RF countermeasure system untuk menciptakan perlindungan terhadap semua pesawat mini-UAV yang melakukan serangan dengan attenna yang dirancang khusus," imbuhnya.
Senjata anti drone Turki dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Selain tahan di semua cuaca, kegunaan iHTAR ini menurut Kagan juga bisa menetralkan ancaman UAV mini dan mikro di lingkungan perkotaan maupun pedesaan sekalipun.
ADVERTISEMENT
Lebih dari itu, iHTAR juga bisa memberi perlindungan pada aneka fasilitas penting, perlindungan perbatasan, keamanan acara yang padat penduduk, mengenali ancaman dari jarak jauh menggunakan kamera TV atau thermal, pelacakan video otomatis, jamming langsung, hingga kemampuan komando dan kontrol terpusat dengan SIG terintegrasi.
"Kompatibel dengan standar militer," pungkas dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan