kumparan
31 Mei 2018 9:27 WIB

Memanfaatkan Penguatan Euro, Rupiah Berpeluang Terapresiasi

Ilustrasi pergerakan dolar. (Foto: Youtube/Kurzgesagt – In a Nutshell)
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Mata uang Paman Sam tersebut mencoba kembali ke level Rp 14.000.
ADVERTISEMENT
Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 13.940. Dolar AS kemudian menguat ke Rp 13.955. Posisi saat ini, dolar AS kembali melemah ke posisi Rp 13.950.
Binaartha Sekuritas dalam risetnya menyebutkan adanya RDG BI insidentil di bawah Gubernur BI yang baru Perry Warjiyo dengan kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 4,75% sudah diperkirakan pasar sebelumnya. Alhasil, rupiah pun tidak banyak mengalami pergerakan.
Ilustrasi uang rupiah (Foto: ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)
Pergerakan rupiah lebih banyak merespon negatif kondisi global dimana laju euro mengalami penurunan dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS) setelah pelaku pasar mengkhawatirkan kondisi politik di Italia.
Fluktuasi rupiah yang cenderung berkurang diharapkan masih membuka peluang rupiah untuk kembali menguat. Selain itu, diharapkan sentimen dari dinaikkannya suku bunga acuan dapat direspon positif untuk membuka peluang kenaikan rupiah. Di sisi lain, pergerakan dolar AS di pasar valas global cenderung berbalik melemah setelah euro menguat. Penguatan euro terjadi setelah adanya potensi dilakukannya referendum dan koalisi partai untuk mengatasi kemelut politik di pemerintahan Italia.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat menahan kenaikan lanjutan dari rupiah maupun sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah. Adapun rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 13.970 dan resisten 13.988.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan