kumparan
21 Jan 2018 18:24 WIB

Menperin Tinjau Pembangunan Pabrik Asia Pacific Rayon di Riau

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (Foto: Maghfirah/kumparan)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau perkembanganan pembangunan pabrik rayon terintegrasi, Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu (21/1).
ADVERTISEMENT
Pabrik ini merupakan hasil investasi yang ditanamkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ke APR untuk memproduksi dissolving pulp (pulp larut) sebagai bahan baku rayon. Serta, merupakan ekspansi bisnis RAPP yang sebelumnya hanya bergerak di sektor pulp dan kertas.
“Dengan adanya penambahan pabrik ini, Riau tidak hanya menjadi center untuk industri pulp dan kertas, tapi juga sekarang untuk rayon,” kata Airlangga.
Nilai investasi pabrik ini mencapai USD 1,13 Miliar atau Rp 10,9 triliun dengan kapasitas terpasang 350.000 ton per tahun yang dibangun sejak Agustus 2016. “Jadi ini untuk pertama kalinya kita punya pabrik rayon yang berkapasitas skala dunia,” lanjutnya.
Menurut Airlangga, investasi pabrik ini juga mendukung agenda pemerintah terhadap industri strategis tekstil nasional. Karena proyek ini akan memperkuat struktur industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, serta menghemat devisa sekitar USD 304 juta.
ADVERTISEMENT
Sebab, saat ini terdapat 3 pabrik rayon dengan total kapasitas nasional terpasang sebesar 565.000 ton per tahun di Indonesia. Namun semua bahan bakunya masih impor. Bahkan, impor pulp larut dari tahun 2009 hingga 2016 meningkat tajam dari 204.197 ton senilai USD 160,5 juta menjadi 488.625 ton senilai USD 422,69 juta.
“Selain itu diversifikasi produk ini juga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan pulp untuk kertas, dengan perbedaan harga berkisar USD 100 hingga USD 300 per tonnya,” lanjutnya.
Konstruksi pembangunan Asia Pacific Rayon di Riau (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)
Direktur APR, Thomas Handoko, berharap pembangunan pabrik bisa memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi seluruh pihak, terutama masyarakat sekitar.
“Peningkatan produksi serat rayon di Indonesia juga mendukung rantai nilai produksi tekstil dalam negeri, sehingga mengurangi impor bahan baku dan meningkatkan daya saing Indonesia secara global,” katanya.
ADVERTISEMENT
Ia menjamin seluruh produk tersebut merupakan pasokan tanaman terbarukan, serta bersertifikat internasional dan legal. Thomas menargetkan pembangunan pabrik ini dapat rampung dan mulai beroperasi pada Agustus tahun ini. Ia juga berharap Menperin dapat ikut meresmikan pabrik ini.
“Kami harap pabrik bisa diresmikan langsung oleh menteri dan Presiden Jokowi,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·