kumparan
6 Sep 2018 19:22 WIB

Mentan Senang Buah Manggis RI Laku di China: Kita Dorong Ekspornya

Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman melepas ekspor 9000 ton manggis dan 17 ribu ekor bibit ayam petelur dari Bali ke China dan Timor Leste, di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (06/09/2018). (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
Buah manggis menjadi salah satu buah-buahan tropis asal Indonesia yang sangat laku dijual di pasar China. Untuk itu, Kementerian Pertanian bertekad untuk meningkatkan ekspor buah manggis pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
Ekspor buah manggis Indonesia ke China pada periode Januari-Juni 2018 sudah mencapai 17 ribu ton dari total ekspor manggis Indonesia yang mencapai 29 ribu ton. Diperkirakan hingga akhir 2018, total ekspor tersebut minimal bisa ditingkatkan menjadi 60 ribu ton.
"Di saat rupiah melemah, kita dorong ekspor. Tahun lalu ekspor naik 24 persen. Tahun ini mudah-mudahan lebih tinggi kenaikannya," ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menyaksikan ekspor 9 ribu ton buah manggis ke China di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (6/9).
Proses karantina manggis sebelum ekspor ke China. (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)
Selain ke China, Amran mau buah manggis diekspor ke banyak negara. Misalnya ke Thailand, Australia, New Zealand, Malaysia, Vietnam, Uni Emirat Arab, Prancis, Belanda, Saudi Arabia, Oman, Qatar, Hong Kong, Kamboja, Kuwait, Bahrain, Italia, Singapura, Swiss, Spanyol, Kanada, Jerman, Inggris dan Timor Leste.
ADVERTISEMENT
"Manggis buah unggulan ekspor yang eksotis. Indonesia sudah mengekspor buah ini ke 23 negara. Kita fokus untuk budi dayanya," imbuhnya.
Untuk itu, Amran meminta jajarannya untuk mempermudah proses perizinan ekspor buah manggis. Di sisi yang lain, kegiatan budi daya buah manggis juga perlu diawasi agar menghasilkan buah manggis dengan kualitas grade A yang memiliki nilai jual tinggi dan mudah masuk pasar mancanegara.
"Serta mendorong harmonisasi aturan SPS-nya (Sanitary and Phytosanitary) agar bisa diterima oleh tujuan ekspor lainnya untuk memperluas pasar,” jelasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan