Pencarian populer

Sosialita Nina Kaginda Selundupkan Tas Mewah, Akhirnya Bayar Pajak

Nina Kaginda, pebisnis tas mewah. (Foto: Instagram @ninakagindaa)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengonfirmasi kebenaran sosialita Nina Kaginda yang melakukan modus pemisahan tas dan kotak (splitting) melalui Bandara Soekarno Hatta.

Petugas menemukan empat barang dalam kemasan pembungkus (koli). Namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, didapatkan 15 komoditas tas mewah dan aksesoris, terdiri dari empat buah bermerek Hermes, empat buah tas Chanel, empat buah tas Louis Vuitton, dua buah tas Dior, sebuah tas Bvlgari, serta jam tangan, anting, hingga cincin.

Atas tindakannya tersebut, Nina wajib membayar pajak impor sebesar Rp 728,1 juta. Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai Deni Surjantoro pun membenarkan jika Nina telah membayar kewajibannya tersebut.

"Benar. Dan yang bersangkutan sudah membayar bea masuk dan pajak impor," ujar Deni kepada kumparan, Jumat (14/9).

Berdasarkan laporan yang diterima kumparan, kejadian tersebut berawal pada 5 September 2018 di Gudang FedEx dilakukan penindakan barang kiriman kotak tas Hermes, Dior, dan Louis Vuitton, tanpa isi di dalamnya dan diberitahukan sebagai personal effects (empty paper bags, boxes). Dari informasi, diketahui penerima bernama Prabasari yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Solo. Sementara pengirim berasal dari Nina Kaginda, Paris, Prancis.

Adapun terhadap kotak tas tersebut dilakukan penegahan dengan SBP-0955/KPU.03/BD.05/2018.

Informasi mengenai penegahan tersebut diteruskan ke unit intelijen analis penumpang dalam rangka post seizure analysis (PSA), untuk mengetahui keterkaitan barang tersebut dengan pembawaan barang penumpang.

Nina Kaginda, pebisnis tas mewah. (Foto: Instagram @ninakagindaa)

Berdasarkan hasil analisis tim Bea Cukai, didapati kecocokan nama dan rute penumpang atas nama Nina Kaginda yang akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada 8 September 2018 dengan nomor penerbangan SQ 952.

Pada 8 September 2018, tim melakukan pemeriksaan mendalam terhadap penumpang tersebut dan kedapatan membawa empat koli barang, dengan rincian sebagai berikut:

Komoditas tas:

Hermes empat buah Chanel empat buah Louis Vuitton empat buah Bvlgari satu buah Dior dua buah

Komoditas aksesoris:

Jam tangan satu buah Anting enam buah (tiga pasang) Cincin satu buah Kotak Louis Vuitton (kosong tanpan barang) satu buah

"Penumpang kita minta untuk membayar pajak sejumlah Rp 728.126.000," tulis laporan tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: