kumparan
31 Jul 2018 21:06 WIB

OJK Janjikan Insentif ke Pengembang Properti

Ketua OJK Wimboh Santoso. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan memberikan insentif untuk sektor properti. Hal ini sebagai dukungan atas relaksasi kebijakan Bank Indonesia (BI) di sektor properti atau loan to value (LTV), di mana perbankan dibebaskan untuk menentukan uang muka ke nasabah.
ADVERTISEMENT
“Dalam konteks pembangunan perumahan, tentu ada satu insentif yang kami berikan untuk pembangunan rumah,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/7).
Dia menjelaskan, insentif itu bisa berupa aset tertimbang menurut risiko (ATMR) atau pengembang diberikan kredit untuk pembelian tanah pembangunan rumah.
Meski demikian, dia belum menjabarkan lebih detail terkait insentif itu dan akan disampaikan lebih jauh ketika seluruh aturan sudah siap.
Wimboh melanjutkan, relaksasi di sektor KPR tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di sektor perumahan, sebagai bagian dari langkah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin dorong perumahan ini, supaya bisa menekan backlog,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan