Pencarian populer

Pasar Properti Apartemen Tetap Bergeliat Selama Ramadhan

Ilustrasi apartemen (Foto: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto)

Selama ramadhan, pasar properti tradisional memang mengalami penurunan. Namun, hal itu ternyata tak berlaku untuk properti sektor apartemen yang pasarnya masih terus menggeliat.

Kondisi ini didukung tingginya minat generasi milenial terhadap properti tipe apartemen. Berdasarkan Rumah.com Property Index, harga apartemen secara nasional melonjak drastis dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan harga apartemen tetap stabil bahkan saat periode Ramadan.

Rumah.com mengklaim Property Index memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika pasar properti di Indonesia. Ini merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa, lebih 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan, dan diakses lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, menjelaskan pada periode Ramadan 2016, misalnya, yang dimulai awal Juni 2016 (akhir kuartal kedua) dan berakhir di awal Juli 2016 (awal kuartal ketiga), tren pasar apartemen meningkat 1,1% pada kuartal ketiga (Q3) dibandingkan kuartal kedua (quarter-on-quarter/q-o-q).

"Periode Ramadan 2017 yang dimulai akhir Mei 2017 dan berakhir di akhir Juni 2017 peningkatan juga tetap terjadi. Index menunjukkan kenaikan 2% pada Q3 dari Q2. Secara tahunan, Index menunjukkan kenaikan harga 10,5% pada Q1 2018 dibandingkan Q1 2017," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/6).

Tren ini berbeda jika dibandingkan tren pasar properti secara keseluruhan, yang juga mengukur rumah tapak. Pada periode Ramadan 2016, tren pasar properti mulai menurun 0,4% pada Q3 (q-o-q).

Selanjutnya, pada periode Ramadan 2017, penurunan sebesar 0,1% juga terjadi pada Q3. Tren pasar properti di fase Ramadan secara tradisional menurun karena pengeluaran konsumen lebih banyak pada belanja konsumtif.

Optimisme pasar properti di sektor apartemen ini dirasakan oleh Agus Susilo, Direktur Utama Cimanggis City Apartment, Depok. Menurutnya, penjualan di bulan Ramadan tetap terjaga. Pada bulan Mei, pihaknya berhasil menjual 51 unit.

Disamping kemudahan pembiayaan seperti cicilan uang muka, gimmick marketing yang disesuaikan dengan event yang sedang berlangsung seperti Ramadan, tampaknya cukup ampuh untuk menarik minat konsumen.

Agus menggelar acara buka bersama sebagai ajang membagikan informasi produk, serta menawarkan bonus umrah. "Sekitar 30% akad (di bulan Mei) terjadi saat bukber," katanya.

Menurut dia, saat Ramadan malah meningkat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama. Kebanyakan pembeli apartemen adalah pekerja di sekitar Depok.

"Ada yang untuk ditinggali, ada yang untuk investasi. Sebanyak 30-40% pembelinya berasal dari kalangan milenial, di bawah 35 tahun, beberapa masih lajang." ujar Agus.

Ilustrasi apartemen di Jakarta (Foto: Facebook Essence Darmawangsa Apartment)

Ketertarikan milenial terhadap properti, khususnya apartemen, juga tercermin dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit, itu menunjukkan 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik beli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga yang relatif terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis.

"Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta," katanya.

Sementara dari sudut pandang generasi yang lebih tua, mereka yang sudah mapan membidik apartemen sebagai sarana investasi. Kenaikannya lebih pesat jika dibandingkan rata-rata kenaikan rumah tapak.

"Apartemen juga relatif lebih mudah disewakan ketimbang rumah tapak. Aspek investasi ini juga menjadi pertimbangan generasi milenial. Meski masih sedikit, milenial yang sudah menyadari perlunya kematangan finansial menginvestasikan uangnya dalam bentuk apartemen," ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33