kumparan
12 Agu 2018 14:28 WIB

Pebisnis Terkemuka, Bisakah Sandi Bikin Ekonomi RI Makin Baik?

Sandiaga Uno. (Foto: Munady Widjaja )
Sandiaga Salahuddin Uno dipersunting Prabowo Subianto menjadi Calon Wakil Presiden RI 2019-2024. Sandi merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022 yang sudah mengundurkan diri pada akhir pekan lalu (10/8).
ADVERTISEMENT
Terpilihnya Sandi sebagai Cawapres RI membuat banyak pihak menyoroti kemampuannya, salah satunya dari segi ekonomi. Sebelum terjun ke dunia politik, Sandi dikenal sebagai pengusaha terkemuka.
Perusahaannya tersebar di berbagai sektor seperti keuangan dan sektor riil. Di sisi lain, Cawapres dari kubu Jokowi, yakni Ma’ruf Amin diklaim memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah.
Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tengah tertekan ekonomi global, bisakah Sandi memperbaiki ekonomi dalam negeri jika terpilih nanti?
Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal, menilai Sandi memiliki pengalaman yang baik dan mumpuni di bidang bisnis, terutama dalam tataran praktek. Jika Ma’ruf Amin kaya pengalaman di bidang syariahnya dalam tataran teori hukum Islam, Sandi merupkan sosok yang paham bisnis di level praktis atau aksi korporasi.
ADVERTISEMENT
“Sementara Pak Sandi ini jauh lebih kaya di level praktis. Kalau kita lihat bagaimana dia survive dengan perusahannya di zaman krisis, mampu bangkit, lalu jadi orang terkaya di Indonesia sebenarnya sudah membuktikan betapa dia piawai sebagai pengusaha,” kata Faisal saat dihubungi kumparan, Minggu (12/8).
Terkait itu, kata Faisal, Indonesia membutuhkan pengalaman bisnis Sandi dan membutuhkan pengalaman bernegosiasi dia di forum internasional yang sangat krusial. Apalagi, saat ini Indonesia berada di era kerja sama perdagagangan dan ekonomi internasional.
Terlebih, di AS dan Eropa ini sedang muncul gelombang populisme, di mana Indonesia menjadi salah satu mesinnya yang diharapkan ekonominya lebih terintegrasi secara kawasan.
“Dalam konteks itu, diperlukan keahlian negosiasi, apalagi ke depannya tantangan kita agar lebih meningkatkan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi di mana kita masih 5,27 persen. Kalau tidak, kita akan terjebak dalam negara dengan pendapatan menengah. Ini kan suatu yang tidak kita inginkan. Maka dorongan itu berasal dari perdagangan inernasional dan sisis investasi yang mana saya kira Pak Sandi punya bekal untuk itu,” ungkap Faisal.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Foto: Antara/Muhammad Adimaja dan Munadi Wijaya)
Selain itu, kata dia, Sandi lebih memiliki kedekatan dengan bisnis anak muda seperti startup. Apalagi, Indonesia akan memasuki industri 4.0 yang dituntut untuk memiliki banyak inovasi di bidang ekonomi. Salah satunya adalah fasilitas internet of things dan Intellegence Assistant.
ADVERTISEMENT
“Saya kira ini yang diharapkan dari dua calon pasangan ini, bagaimana mereka punya inovasi dan bagaimana mereka bisa pertahankan yang sudah kita miliki sekarang dan punya inovasi karena tantangan ke depan adalah inovasi di revolusi 4.0. Saya kira Sandi Uno punya sedikit keunggulan,” katanya.
Sementara itu, Ekonom INDEF Eko Listyanto mengatakan, selain latar belakang Sandi yang berasal dari dunia usaha, perusahaan-perusahaan dia juga menyerap banyak tenaga kerja. Dua perusahaan yang dirintis Sandi adalah PT Recapital Advisors dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
“Perusahaannya pun mendunia. Jadi membuktikan praktikum dunia usahanya tahu banget. Pegawainya banyak. Jadi aspek dia pakai jargon penyerapan tenaga kerja dan lain-lain itu terbukti dengan perusahaan dia yang tenaga kerjanya banyak terserap. Dia juga main di semua lini, seperti di sektor keuangan, sekrtor riil. Itu yang jadi keuntungan yang bisa “dijual ke publik” bahwa yang kaitannya dengan praktek bisnis, dia bisa menjelaskan,” kata Eko.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, baik Eko maupun Faisal menilai bukan berarti Ma'ruf Amin tidak punya kemampuan praktik di bidang bisnis. Apalagi, siapapun yang terpilih jadi Wapres nantinya tidak akan jalan sendiri, tapi ada tim ekonomi yang andal dari berbagai kementerian terkait.
“Tapi bukan berarti Pak Ma’ruf Amin tidak punya kemampuan itu juga. Bisa, tapi ada keunggulan dan kelemahan. Kalau keunggulan Ma’ruf, dia kaya teori, secara fiqih sangat tahu fondasinya. Sementara Sandi Uno lebih ke aspek praktis,” kata Faisal.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan