kumparan
18 Sep 2019 14:11 WIB

Pembentukan Holding BUMN Farmasi Tinggal Tunggu Persetujuan Jokowi

Nyonya Meneer sudah tidak ada di Kimia Farma. Foto: Kelik Wahyu/kumparan
Pembentukan Holding BUMN Farmasi ditargetkan bisa disahkan dalam waktu dekat. Saat ini, progres pembentukan Holding Farmasi sudah mencapai 95 persen.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Verdi Budidarmono, mengatakan Holding Farmasi hanya tinggal menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Kalau PP keluar, sudah efektif. Tinggal tanda tangan pak presiden, holdingnya terbentuk," ujar Verdi ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/9).
Dalam Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma nantinya akan menjadi induk holding yang menaungi dua perusahaan farmasi pelat merah, yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF).
"Paling lambat Oktober, insyaallah. Kalau presidennya maunya hari ini ya September. Presiden kapan mau tanda tangan terserah presidennya" imbuhnya.
Menurut Verdi, holding farmasi cukup penting sebagai upaya penguatan industri farmasi dari hulu ke hilir. Bukan saja segi produksi perusahaan, namun juga kualitas SDM dan daya saing.
ADVERTISEMENT
“Sehingga otomatis kimia farma menjadi driver, support dari holding farmasi ini,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, mendorong agar pembentukan Holding BUMN Farmasi bisa segera selesai paling tidak di awal kuartal IV atau bulan Oktober ini.
“Proses holding tinggal persetujuan presiden. Semua proses antar kementerian, harmonisasi sudah selesai, sekarang sudah proses PP. mudah-mudahan bisa keluar secepatnya,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan