Pencarian populer

Pemerintah Tengah Kaji Pengadaan O Bahn di RI, Busway Anti Serobot

Acara Ngobrol Seru Transportasi: Konsep transportasi berbasis BRT dan LRT. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Jumlah kendaraan pribadi setiap tahun meningkat cukup pesat. Hal ini tidak berbanding lurus dengan daya tampung badan jalan yang stagnan. Alhasil, kemacetan menjadi kondisi yang tak terelakkan.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, kehadiran moda transportasi umum masih belum cukup diminati oleh masyarakat. Hal ini pun mendorong pemerintah untuk berinovasi menciptakan moda transportasi baru.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, saat ini pemerintah tengah menggodok untuk menghadirkan bus umum dengan konsep berbeda, yaitu O Bahn.
Bus O Bahn. Foto: Shutter Stock
Bus ini nantinya mirip dengan Busway atau bus TransJakarta, namun memiliki jalur khusus anti serobot, tak seperti jalur Busway yang ada saat ini. Sejauh ini, negara yang sudah memiliki O Bahn yaitu Adelaide, Australia.
“Saya baru di-challenge untuk mendiskusikan ini di Indonesia,” ungkap Budi di Meradelima Restaurant, Jakarta, Minggu (23/6).
Meski demikian, untuk mewujudkan transportasi baru ini, butuh biaya yang tak sedikit. Investasinya pun 20 persen lebih mahal ketimbang investasi untuk Busway konvensional.
Suasana acara Ngobrol Seru Transportasi: Konsep transportasi berbasis BRT dan LRT. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, meski modal awal mahal, namun untuk biaya operasional O Bahn jauh lebih murah ketimbang Busway.
ADVERTISEMENT
“Dari biaya modal lebih mahal tapi biaya operasional lebih murah dari Busway,” ujarnya.
Zul mengatakan, ide awal akan dihadirkannya O Bahn bermula dari melihat beberapa wilayah yang tidak terakses oleh angkutan kereta. Kondisi ini sama dengan yang terjadi di Adelaide.
Bus O Bahn. Foto: Wikipedia
Misalnya, di Indonesia, daerah Ciledug juga termasuk wilayah yang tidak punya akses kereta. Wilayah seperti itu dirasa cocok jika terdapat O Bahn. Meski demikian, Zul mengatakan, O Bahn masih dalam tahap kajian. Pihaknya bahkan belum memutuskan kota mana yang pertama kali akan punya moda transportasi baru ini.
“Lokasi aja belum apalagi kapannya. Kota masih dikaji, akan segera mendiskusikan dan lakukan kajian yang lebih detail. Belum diputuskan sama siapa kajiannya,” ujarnya.
Bus O Bahn. Foto: Wikipedia
Selain itu, Budi menambahkan, ada banyak perhitungan yang mendasari kehadiran O Bahn, termasuk situasi politik.
ADVERTISEMENT
“Kalau menggandeng kota, kita akan lihat karena ini pertama kali kita jalankan di Indonesia. Apalagi kondisi sosial politik kita beda dengan negara yang udah ada O Bahn,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86