kumparan
11 Jul 2018 14:57 WIB

Penjelasan Pertamina soal Capaian Produksi Migas yang di Bawah Target

Ilustrasi pertambangan migas (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Lifting migas sepanjang semester I 2018 hanya 1,923 juta barel setara minyak (BOEPD) atau 96% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 2 juta BOEPD.
ADVERTISEMENT
Rendahnya capaian lifting migas ini dipengaruhi juga oleh kinerja anak-anak usaha PT Pertamina (Persero) di hulu migas, yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Pertamina EP. Produksi migas anak-anak usaha Pertamina itu tercatat masih di bawah target.
Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam mengakui anak usaha Pertamina di sektor hulu migas mencatatkan penurunan produksi. Menurut dia, penurunan produksi ini terjadi karena perusahaan mematok target yang lebih tinggi di atas rata-rata.
Petugas mengisikan Bahan Bakar Minyak. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
"Iya, betul (produksi turun). Jika kita bicara minyak jangan sepotong potong. Anak usaha di hulu itu kita minta targetnya lebih tinggi dari apa yang mereka bisa," kata Alam saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (11/7).
ADVERTISEMENT
Terkait produksi, Alam menuturkan hingga saat ini perseroan belum menghitung berapa jumlah penurunan produksi dari anak usaha Pertamina.
"Kita bicara kemampuan resevoar as business usual, mereka kan targetnya enggak setinggi itu. Tapi kita mau targetnya, kita pasang tinggi. Kalau hasilnya belum kelihatan, ya ini kan masih proses," ujarnya.
Sebagai catatan, lifting minyak PT Pertamina EP hanya 70.031 bph atau hanya 81,6% dari target sebesar 85.869 bph. Lalu lifting minyak PT Pertamina Hulu Mahakam hanya 46.376 bph atau 96,1% dari target sebesar 48.271 bph, lifting minyak Pertamina Hulu Energi ONWJ hanya 30.489 bph atau hanya 92,4% dari target sebesar 33.000 bph. Terakhir, lifting minyak BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu hanya 94.885 bph atau 94,9% dari target APBN sebesar 10.970 bph.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan