Pencarian populer

PGN Bangun Jaringan Gas ke Rumah Tangga di Pasuruan - Probolinggo

Jajaran petinggi PT Perusahaan Gas Negara, Kementerian ESDM dan Pertamina meninjau langsung progres pembangunan jaringan gas (Jargas) kerumah-rumah warga. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) Pasuruan-Probolinggo akan tuntas pada akhir tahun ini. Hingga puncak Oktober ini penyelesaian proyek mencapai 70 persen, lebih dari 500 rumah tangga sudah teraliri gas.

Dalam pantauan progres proyek Jargas Pasuruan-Probolinggo, Rabu (31/10) siang, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menyatakan, progres pembangunan berlangsung signifikan.

"Progresnya sekarang ini kalau satu paket Pasuruan dan Probolinggo itu sekitar 70-an persen. Kalau terpisah, Pasuruan bisa dikatakan sudah 71 persen, dan Probolinggo sini 69 persen," terang Dilo.

Progres yang dimaksud, lanjut Dilo, meliputi keseluruhan proyek, mulai dari sumber gas yang dikelola Husky CNOOC Madura Ltd. "Kita bawa pipa utama kemudian dipecah di Pasuruan dan Probolinggo untuk menjadi sejumlah jaringan. Kan perlu metering juga untuk menyesuaikan tekanan gas sesuai kebutuhan rumah tangga. Nah itu sudah 70 persen," urainya.

Melihat progres ini, pihak PGN optimis bahwa proyek selesai sesuai kontraknya yakni pada Desember mendatang. "Targetnya 26 Desember bisa selesai semua. Selanjutnya mungkin akan kami laporkan ke Pak Presiden bahwa sudah bisa siap. Rencananya Presiden Jokowi akan meresmikan jargas ini tapi mungkin tersentralisasi karena ada di Deli Serdang, Bogor dan daerah lainnya dan ini sebagai Proyek Strategis Nasional,"imbuhnya.

Dilo mengungkapkan, jaringan gas ini akan melayani 5.025 rumah di Probolinggo dan 6.314 rumah di Pasuruan.

"Kalau di sini (Probolinggo) sebagian juga sudah bisa dipakai ibu-ibu. Ada 500 sampai 700 rumah (Pasuruan-Probolinggo) yang sudah nyala kompornya," tandas Dilo.

Warga Berharap Harga Cocok

Wali kota Probolinggo didampingi segenap jajaran petinggi PT Perusahaan Gas Negara, Kementerian ESDM dan Pertamina meninjau langsung perkampungan di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (31/10) siang.

Di kawasan permukiman warga tersebut jaringan gas sudah tersebar di seluruh rumah warga dalam satu kelurahan. Terlihat Walikota Rukmini didampingi Dirjen Migas Djoko Siswanto serta Dirut PGN Gigih Prakoso mengecek langsung ke dalam rumah salah satu warga. Para pejabat ini langsung menjajal kompor gas yang berada di dapur rumah milik ibu Sri Wantini. Percobaan dilakukan dengan menggoreng telur.

"Alhamdulillah sudah lebih dari 500 rumah warga terealisasi. Kita akan upayakan semakin merata dirasakan warga Probolinggo baik di kawasan tengah dan kawasan tengah selatan. Khususnya buat keluarga kurang mampu," ujar Rukmini.

Petugas memberikan penjelasan terkait meteran gas kepada warga di salah satu rumah warga pengguna jaringan gas bumi PGN. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Sementara itu, para ibu rumah tangga mengaku sudah beradaptasi menggunakan gas PGN ini dalam sebulan terakhir. Mayoritas dari mereka merasa puas karena kualitas gas setara dengan gas LPG yang biasa dipakai. Kini mereka tidak perlu lagi bongkar pasang regulator sehingga meminimalisir peluang kebocoran gas.

"Apinya biru. Sama dengan gas. Sekarang nggak perlu bingung kehabisan LPG. Karena sudah ada meterannya," ujar Sri Wantini pada kumparan.

Awalnya, Sri mengaku risih. Pasalnya, rumahnya harus digali di beberapa sisi untuk menyambung saluran selang. Namun, tidak sampai seminggu petugas menyelesaikan penggalian dan merapikannya kembali. Warga juga diberikan demontrasi dalam mengganti konversi regulator kompor dengan selang jargas.

Jajaran petinggi PT Perusahaan Gas Negara, Kementerian ESDM dan Pertamina meninjau langsung progres pembangunan jaringan gas (Jargas) kerumah-rumah warga. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

"Sekitar pertengahan September lalu dipasang. Mereka gali-gali gitu tapi cuma lima hari. Memang konsekuensi demikian. Tapi sekarang lebih menikmati," ujar Sri.

Senada, warga Jalan Hayam Wuruk lainnya, Ida Wijaya mengaku telah menyimpan tabung gas LPG miliknya. Bagi ibu rumah tangga seperti dirinya kini praktis tidak perlu pusing kehabisan gas. Hanya saja, dia berharap tagihan bulanan yang kelak dibebankan benar-benar terjangkau seperti yang dijanjikan.

Sementara waktu ini warga Probolinggo mendapat aliran gas gratis dari PGN. "Kalau selama ini saya sebulan 3-4 tabung. Rp 17.000 dikali 4, rata-rata Rp 68 ribu tiap bulan. Ya mudah-mudahan jargas jauh lebih terjangkau nantinya," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23