kumparan
31 Mar 2019 16:51 WIB

Pipa Gas 176 Km untuk Pabrik Pupuk Sriwidjaja Diresmikan Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 4.315 sambungan jaringan gas bumi atau jargas untuk rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beroperasinya pipa transmisi gas open access Grissik-PUSRI (GrisPus) di kota Palembang. Bertempat di Lapangan Patrajaya Palembang, peresmian tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Jonan menjelaskan pipa bahwa transmisi gas Grissik-PUSRI dibangun Pertagas dengan panjang 176 km dan diameter 20 inchi. Pipa ini membentang melewati Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. Pertagas menyelesaikan pekerjaan tersebut pada akhir 2018, setelah masa konstruksi selama satu tahun lebih, sejak groundbreaking Agustus 2017.
"Prioritas gas bumi itu untuk domestik. Untuk peningkatan nilai tambah dalam negeri. Itu lebih penting dan kita dorong terus," ungkap Jonan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (31/3).
Pipa transmisi gas Grissik-PUSRI nantinya akan digunakan untuk menjaga pasokan gas bumi bagi industri pupuk, khususnya PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI) yang kini memiliki pabrik baru yaitu PUSRI II-B. Selain itu, pasokan gas tersebut juga akan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, pengembangan KEK Tanjung Api-Api, serta jaringan gas rumah tangga dan industri lainnya.
ADVERTISEMENT
"Proyek pipa gas Grissik-PUSRI penting bagi industri pupuk untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Tidak hanya itu, tapi nantinya juga untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Sumatera Selatan dan kawasan ekonomi setempat," tambahnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 4.315 sambungan jaringan gas bumi atau jargas untuk rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyatakan, sumber gas yang terdapat di pipa Grissik-PUSRI berasal dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) dan dialirkan ke titik akhir di Plant PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) di Kota Palembang.
“Hal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pertamina terhadap upaya pemerintah Indonesia untuk mendukung kebutuhan energi di Indonesia khususnya pemenuhan energi di PUSRI dan Sumatera Selatan ke depan,” jelasnya.
Menurut Nicke, biaya untuk pembangunan pipa Grissik-PUSRI ini cukup besar, yaitu senilai USD 143 juta. Gas yang sudah dialirkan ke PUSRI mulai 2018 sebesar 70 mmscfd. Pada tahap berikutnya akan ditingkatkan menjadi 160 mmscfd untuk menunjang kebutuhan lainnya sesuai dengan kapasitas pipa.
ADVERTISEMENT
Ruas pipa baru ini akan menjadi tulang punggung infrastruktur gas bumi kedua milik Pertagas di wilayah Sumatera Selatan selain pipa eksisting yang telah termanfaatkan maksimal. “Keberadaan pipa ini diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan perekonomian wilayah Sumatera Selatan,” tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·