kumparan
10 Jul 2018 14:09 WIB

Pipa Gas CNOOC Bocor, Pasokan Listrik PLN ke Pelanggan Tetap Aman

Pasukan siaga PLN TJBB sedang melakukan tugasnya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
PT PLN (Persero) memastikan kebocoran pipa gas bawah laut milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Perairan Bojonegara, Banten, tidak akan menimbulkan pemadaman listrik, meski terdapat penurunan daya sebesar 300 Megawatt (MW).
ADVERTISEMENT
Kebocoran pipa menganggu pasokan gas ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Cilegon yang berkapasitas 600 Megawatt (MW). Terhentinya suplai gas dari CNOOC menyebabkan 1 dari 2 mesin PLTGU berhenti beroperasi sehingga listrik yang dihasilkan berkurang 300 MW.
Meski demikian, General Manager PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) Trimo Erwin menjelaskan, pasokan listrik ke pelanggan PLN tak terganggu, tidak ada pemadaman. Sebab, Sistem Kelistrikan Jawa-Bali memiliki cadangan daya (reserve margin) di atas 30%.
"Tidak berdampak, reserve margin (cadangan daya) kita masih di atas 30%, tidak berpengaruh dan tidak ada pemadaman," ujarnya usai melakukan apel siaga kesiapan listrik Jakarta untuk Asian Games di APP Cawang, Jakarta, Selasa (10/7).
Beban puncak di Jawa-Bali sekitar 25.000 MW, sedangkan daya mampu mencapai 33.000 MW sehingga ada cadangan 8.000 MW. Berkurangnya pasokan listrik sebanyak 300 MW dari PLTGU Cirebon dapat tertutupi.
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, saat ini sistem kelistrikan yang ada di Jawa hingga Bali sudah terkoneksi, sehingga jika ada salah satu sistem yang tidak dapat memikul beban, sudah ada jaringan lain yang siap untuk menyuplai.
Senada, Kepala Divisi Operasi Regional PLN JBB Bima Putrajaya menjelaskan, dampak dari kebocoran pipa gas tersebut selain tidak menganggu kelistrikan juga tidak mencemari linkungan, lantaran pipa gas yang bocor sudah ditutup. Perbaikan dari CNOCC diperkirakan memakan waktu dua minggu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan