kumparan
29 Mei 2018 19:00 WIB

PLN Melistriki 13 Desa Terpencil di Kabupaten Perbatasan RI

PLN melistriki desa terpencil di Natuna (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
PT PLN (Persero) hari ini meresmikan penyaluran listrik ke 13 desa terpencil di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Adapun penyaluran listrik ke desa itu merupakan program PLN bertajuk Listrik untuk Desa (Lissa).
ADVERTISEMENT
Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan hadirnya listrik di desa terpencil diharapkan dapat mengakselerasi program yang digulirkan pemerintah, misalnya program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Seperti misalnya program KKP yang mendorong pembangunan sentra kelautan dan perikanan di pulau-pulau,” katanya dalam peresmian penyaluran listrik di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Selasa (29/5).
Dia menjelaskan, peran listrik bagi desa terpencil di Kabupaten Natuna yang mayoritas penduduknya adalah nelayan, yakni dapat menjadi penunjang untuk sentra nelayan seperti cold storage dan oven sehingga dapat dioperasikan dengan maksimal.
“Sebelumnya sentra nelayan mengoperasikan cold storage menggunakan mesin diesel, enggak maksimal. Oven juga. Warga Natuna yang berprofesi sebagai nelayan dapat mengelola hasil tangkapan lebih efisien,” papar Wiluyo.
ADVERTISEMENT
Selain menyalurkan listrik ke 13 desa terpencil, pada kesempatan itu PLN juga meningkatkan jam nyala listrik dari 6 jam menjadi 24 jam di Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Desa Klarik, dan Pulau Tiga atau Sabang Mawang.
“Pelayanan kesehatan dan sekolah yang berada di daerah itu akan melayani lebih optimal lagi dengan adanya listrik 24 jam. Puskesmas bisa melayani rawat inap, penggunaan alat kesehatan bisa optimal juga,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan