Pencarian populer

PLN soal Mati Listrik Massal: Murni Teknis, Tak Ada Unsur Politis

PLT Direktur Utama Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani saat mengadiri acara Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama di Yayasan Bina Anak Pertiwi. Foto: Faisal Rahman/kumparan
Pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 11.45 WIB meresahkan warga. Pasalnya, pemadaman terjadi secara serentak mulai dari DKI Jakarta, Banten, hingga banyak wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani memohon maaf atas terputusnya aliran listrik pada hari ini. Dia menegaskan, bakal terus berupaya memasok listrik ke gardu-gardu induk di wilayah yang padam.
Pekerja memasang instalasi listrik di menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di arteri Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (15/7/2019). Foto: Antara Foto/Umarul Faruq
Sripeni yang merupakan Plt Dirut PLN yang baru juga menegaskan bahwa kejadian ini tak ada kaitannya dengan unsur politik. Kata dia, insiden ini murni karena ada tegangan yang turun di Transmisi SUTET Ungaran-Pemalang 500 kilo volt (KV).
"Ini murni teknis. Berkaitan dengan hal-hal teknis. Tidak lihat satu hal pun yang sifatnya politis," kata dia dalam konferensi pers di PLN Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8).
Sripeni mengatakan, pemadaman serupa pernah terjadi pada 1997. Kala itu, sistem kelistrikan di Jawa dan Bali mati total (black out).
ADVERTISEMENT
Lalu, pada September 2018 juga terjadi pemadaman tapi secara parsial karena sistem Grati terganggu di PLTU Paiton, Jawa Timur. Kala itu, transmisi yang terganggu bertegangan 500 kV.
"Jadi dalam kurun waktu sebenarnya ini tidak sering. Dan kita harapkan hal yang kita hindari, jadi upaya improvisasi sistem," kata dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86