kumparan
17 Feb 2019 22:39 WIB

Prabowo Soroti RI Surplus Beras, Tapi Masih Impor

Capres no urut 01 Joko Widodo dan Capres no urut 02 Prabowo Subianto saat mengikuti Debat Kedua Capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyoroti data pemerintah tentang produksi beras nasional sepanjang 2018. Indonesia, lanjut Prabowo, disebut sudah surplus beras namun masih melakukan impor.
ADVERTISEMENT
"Kemudian komoditas lain (beras), padahal Bapak sendiri membanggakan bahwa produksi naik," kata Prabowo kepada Jokowo dalam debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).
Pekerja mendata jumlah karung beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Presiden Jokowi yang juga capres nomor urut 01 mengakui bila Indonesia masih melakukan impor komoditas besar. Sebagai gambaran, produksi beras nasional mencapai 33 juta ton, dengan konsumsi nasional sekitar 29 juta ton. Terjadi surplus sekitar 4 juta ton.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor 2.253.750 ton beras sepanjang 2018, atau meningkat dari periode sebelumnya yang sebanyak 311.520 ton.
"Kenapa kita impor? Karena impor untuk menjaga ketersediaan stok, stabilisasi harga. Kita juga harus punya cadangan untuk bencana, untuk gagal panen, cadangan kalau kena hama tanpa itu berat," kata Jokowi menjawab pertanyaan Prabowo.
ADVERTISEMENT
Berikut Data Impor Pangan Periode 2010-2018:
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan