kumparan
12 Okt 2018 19:21 WIB

Promosi ke Eropa, Kemenpar Bidik 109 Ribu Wisatawan dari Italia

Ilustrasi turis asing di Bali (Foto: Thinkstock)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan, Italia merupakan promising country untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di wilayah Eropa Selatan.
ADVERTISEMENT
Jumlah kunjungan wisatawan Italia ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai pada bulan Juni 2018, 33.972 wisatawan Italia berkunjung ke Indonesia. Jumlah tersebut naik sebesar 20,71 persen dibandingkan dengan jumlah wisatawan Italia pada bulan Januari sampai dengan Juni 2017 yaitu sejumlah 28.143 wisatawan.
Dengan demikian, hal tersebut menjadikan negara Italia sebagai penyumbang jumlah wisman terbesar dari negara-negara di Eropa di luar 5 pasar utama yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Rusia.
"Untuk tahun 2018 sendiri ditargetkan sejumlah 109.805 wisatawan Italia berkunjung ke Indonesia melalui 19 pintu masuk yang ada. Jumlah tersebut cukup signifikan mengingat Italia bukan merupakan pasar utama promosi pariwisata Indonesia di Eropa," kata Direktur Pemasaran Internasional untuk Eropa Kementerian Pariwisata, Agustini Rahayu, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10).
ADVERTISEMENT
Turis sedang menikmati sunrise (Foto: Flickr / Muhammad Reynaldy)
Untuk mencapai target tersebut, Asdep Pemasaran Pariwisata Regional IV (Eropa) Kemenpar bekerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Roma memutuskan untuk melakukan kegiatan Misi Penjualan Italia yang pelaksanaannya bertepatan dengan pelaksanaan pameran TTG Incontri di Rimini, Italia, pada tanggal 10-12 Oktober 2018.
Acara tersebut diikuti oleh 6 industri pariwisata yang ada di Indonesia. Adapun ke 6 industri tersebut adalah Kura-Kura Resort (Akomodasi), Lotus Asia Tour (Tour Operator), PT. Flores Komodo Tour (Tour Operator), Pacto Ltd. Indonesia (Tour Operator), Viaggi del Mappamondo (Tour Operator), Bell Travel di Bell Viaggi SRLS (Tour Operator).
Jumlah kunjungan wisman dari Wilayah Eropa terus menunjukkan tren positif selama beberapa tahun terakhir. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran turis (tourist spending) dari wilayah Eropa adalah sebesar USD 1.538 per orang pada tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Meskipun jumlah ini masih dibawah nilai tourist spending dari wisatawan Timur Tengah, namun jumlah tersebut menunjukkan bahwa pasar Eropa merupakan pasar yang potensial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Kecenderungan karakteristik wisatawan Eropa yang menyukai wisata budaya, sejalan dengan potensi wisata budaya yang ada di Indonesia.
Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, sebanyak 60 persen wisatawan datang ke Indonesia untuk menikmati tradisi dan budaya Indonesia.
Sejumlah wisatawan di lokasi Candi Borobudur. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
"Aktivitas utama pada acara Misi Penjualan Italia adalah B2B (Seller meet Buyer) meeting dan B2C (Business meet Customer) yang dilaksanakan di Rimini Expo Center, Italia. Selain itu, dalam paviliun Indonesia akan diselingi dengan meeting activities untuk memperluas jejaring promosi pariwisata Indonesia dengan para blogger, vlogger, wholesaler dan juga majalah travel guide," papar Rahayu.
ADVERTISEMENT
Tujuan akhir yang ingin dicapai dari Misi Penjualan Italia ini adalah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Italia ke Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang untuk memperluas jejaring bisnis para pelaku industri pariwisata yang berpartisipasi. Acara Misi Penjualan Italia ini dapat pula dimanfaatkan untuk mengembalikan citra pariwisata Indonesia pascagempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 lalu.
Meski Bali masih menjadi destinasi wisata utama bagi wisatawan Italia, diharapkan melalui Misi Penjualan Italia ini, para buyer dapat memberikan paket-paket wisata baru kepada para calon customernya. "Dengan kata lain, acara Misi Penjualan Italia dapat sekaligus menjadi ajang product update bagi para pengunjung acara," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan