Pencarian populer

Properti Gobel dan Sinar Mas Land di Cikarang Dibuat Tahan Gempa

Savasa Smart Home, Cikarang, Jawa Barat (Foto: Abdul Latif/kumparan)

PT PanaHome Deltamas Indonesia (PHDI) atau perusahaan hasil kerja sama PT Puradelta Lestari Tbk (PDL) dan Panasonic Home Gobel Indonesia (PHGI) saat ini sedang membangun 811 rumah dan 33 ruko ke dalam 4 klaster dengan nama Savasa Smart Home. Proyek ini dibuat tahan gempa. Proyek ini terletak di kota Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan total area pengembangan sekitar 37 hektare (ha).

Puradelta Lestari merupakan anak usaha Sinar Mas Land, sementara PHGI adalah perusahaan milik pengusaha Rachmat Gobel.

Direktur PHDI Takaya Motorola menjelaskan, salah satu keunggulan dari proyek yang sedang dibangun yakni memiliki ketahanan pada saat bencana gempa. Pihaknya memanfaatkan konstruksi W-PC (Wall Precast Concentrate) unik dari Panasonic, yaitu Powertech, yang digunakan untuk meningkatkan keamanan rumah.

"Metode tersebut memenuhi kriteria bangunan anti-gempa, yang sangat diperlukan bagi bangunan toko dan gedung perkantoran di Indonesia, sehingga menawarkan rumah yang aman karena Indonesia yang rawan gempa," ujarnya saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (15/9).

Savasa Smart Home, Cikarang, Jawa Barat. (Foto: Abdul Latif/kumparan)

Selain anti gempa, pembangunan rumah diestimasi lebih cepat 50 persen dibanding dengan pembangunan konvensional menggunakan batu bata.

"Kalau menggunakan metode kami beton precast, 3-4 bulan (sudah jadi), setahu kami kalau di Indonesia menggunakan batu bata (konvensional) 1 tahun atau lebih, 50 persen kecepatan pembangunan," lanjutnya.

Untuk pembangunan rumah, 100 persen menggunakan baku lokal. Hanya saja untuk beberapa spesifikasi khusus seperti peralatan teknologi untuk smart home sebagian masih impor.

"Smart Home Panasonic sebagian komponen yang mewujudkan peralatan itu kami gunakan Panasonic di berbagai negara bukan kami sendiri yang impor ada pihak yang impor," jelas dia.

Savasa memiliki dua tipe rumah, yaitu Tipe A dengan harga Rp 978 juta per unit dan Tipe B dengan harga Rp 1,2 miliar per unit. Tipe A, dengan luas tanah 66 m2 dan luas bangunan 64 m2, terdiri dari dua kamar tidur, sedangkan Tipe B, dengan luas tanah sebesar 84 m2 dan luas bangunan 80 m2, terdiri dari tiga kamar tidur.

Kedua tipe tersebut juga dilengkapi dengan carport di setiap unit. Hunian ini juga dilengkapi dengan fasilitas publik seperti tempat pengisian daya telepon seluler dan laptop umum, delivery dropbox untuk menjaga keamanan klaster selama pengiriman barang, dan fitur keamanan pintar seperti kamera CCTV, sensor sinar inframerah, dan sistem kartu akses untuk para penghuni.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23