kumparan
31 Okt 2018 19:00 WIB

Proyek Kilang Balikpapan Mulai Konstruksi di Desember 2018

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Salah satu prioritas Nicke Widyawati ketika diangkat menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada 29 Agustus 2018 lalu adalah mempercepat proyek-proyek kilang, salah satunya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
ADVERTISEMENT
Nicke mengungkapkan, Pertamina telah melakukan lelang kontraktor untuk pembangunan RDMP alias modifikasi Kilang Balikpapan.
Setelah lelang selesai, kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) akan segera ditandatangani pada Desember 2018. Konstruksi RDMP Balikpapan pun dapat dimulai akhir tahun ini.
"Tanda tangan kontrak Desember, masih sesuai rencana, EPC Balikpapan itu Desember. Technical evaluation sudah selesai, sekarang masuk komersial, tanda tangan tetap Desember," kata Nicke saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (31/10).
Proyek RDMP Balikpapan diperkirakan membutuhkan dana USD 4,6 miliar dan dikerjakan dalam 2 tahap. RDMP Balikpapan tahap 1 ditargetkan selesai pada 2021 mendatang.
Adapun RDMP Balikpapan tahap 2 ditargetkan selesai pada 2025 bersamaan dengan GRR Bontang. Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260 ribu barel per hari (bph), akan meningkat menjadi 360 ribu bph setelah dimodifikasi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan