Pencarian populer

Risma Batalkan Proyek Trem

Trem di Katowice, Polandia. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Proyek transportasi massal, trem, batal dibangun di Kota Surabaya, Jawa Timur. Padahal Kota Surabaya awalnya digadang-gadang menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki trem.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku berat untuk membangun trem. Salah satu pertimbangan dia membatalkan proyek trem adalah masa jabatan yang hanya kurang dari 2 tahun. Sedangkan konstruksi trem butuh waktu lebih dari 2 tahun.

"Enggak, tidak ada lagi proyek trem karena kita sudah nggak bisa. Aku tinggal dua tahun (sisa masa jabatan sebagai Wali Kota). Sedangkan konstruksi seperti trem membutuhkan waktu dua tahun lebih,” tegas dia saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12).

Sebagai gantinya, Risma lebih memilih untuk memperkuat armada bus. Dia pun merancang agar bus angkut di Kota Surabaya memiliki fasilitas yang bisa memberikan rasa nyaman bagi penumpang.

"Paling mudah itu pakai bus. Kalau untuk yang trem, itu sudah enggak bisa. Kita sudah berupaya secara penuh,” imbuhnya.

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Foto: Nuryatin Phaksy Sukowati/kumparan)

Adapun jenis bus yang dioperasikan di Kota Surabaya tidak hanya jenis bus reguler tetapi juga bus doubledecker dan low-deck. Untuk tarif, masyarakat di Kota Surabaya juga bisa bayar dengan botol bekas plastik.

"Untuk bus kan terus kita tambah dan perluas jalurnya. Kita buatkan shelter yang bagus," jelasnya.

Sebagai catatan, Pemkot Surabaya awalnya merancang membangun trem untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun setelah dihitung, proyek trem ternyata butuh modal yang cukup besar sekitar Rp 1 triliun.

Pemkot Surabaya pernah mengusulkan proyek trem bisa dianggarkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Surabaya 2018. Proyek trem bisa dikerjakan secara multiyears alias bertahap. Pada APBD 2019, diusulkan anggaran sebesar Rp 412 miliar, sisanya akan dikucurkan secara bertahap sampai 2020. Namun hal tersebut batal diajukan.

Risma sendiri pernah berharap bahwa proyek trem tetap masih bisa dibangun di Surabaya. Bukan Pemkot Surabaya yang membangun tetapi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Mungkin ke depan bisa diteruskan oleh pihak lain seperti KAI. Saya yakin mereka lebih bisa dan mampu melanjutkan rencana moda transportasi cepat trem itu," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57