kumparan
12 Mar 2019 7:19 WIB

Saham Boeing Anjlok Tak Pengaruhi Kinerja Wall Street

Boeing 737 Max 8 Foto: Wikimedia Commons
Indeks-indeks acuan Wall Street menguat, pada perdagangan Senin (11/3) terdorong oleh kuatnya kinerja sektor teknologi. Sektor tersebut membuat Wall Street berhasil rebound setelah lima sesi berturut-turut mengalami penurunan. Sayangnya, saham Boeing mengalami penurunan setelah kecelakaan fatal di Ethiopia.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Selasa (12/3), Boeing Co, produsen pesawat di dunia dan harus mengakhiri perdagangan dengan penurunan sebesar 5,3 persen. Ini merupakan presentase terbesar untuk penurunan satu hari sejak 29 Oktober. Penurunan yang cukup dalam ini terjadi setelah banyak maskapai tidak lagi mengoperasikan Boeing seri 737 MAX 8. Sebab telah terjadi 2 kali kecelakan fatal hanya dalam kurun waktu lima bulan.
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Semua sektor S&P utama naik, dipimpin oleh kenaikan di sektor teknologi, yang naik 2,2 persen. Sektor industri juga naik sebanyak 0,9 persen.
"Setelah pelemahan di pasar pekan lalu, segalanya menjadi sedikit oversold," ungkap Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.
"Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa jika Anda melihat apa yang kami lakukan hari ini, bahkan dengan pergerakan di Boeing," katanya.
ADVERTISEMENT
Dow Jones Industrial Average naik 200,64 poin, atau 0,79 persen, menjadi 25.650,88, S&P 500 naik 40,23 poin, atau 1,47 persen, menjadi 2.783,3 dan Nasdaq Composite menambahkan 149,92 poin, atau 2,02 persen menjadi 7.558,06. S&P 500 pekan lalu mencatat penurunan terbesar sejak akhir 2018. Tetapi indeks tersebut naik sekitar 11 persen year to date. Volume perdagangan Wall Street mencapai 7,1 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,4 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan