kumparan
18 Mar 2019 16:30 WIB

Saham Syariah Makin Menarik, Jumlah Investornya Terus Meningkat

Ilustrasi IHSG. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal syariah hingga Februari 2019 ini telah mencapai 47.165. Sementara, pada akhir tahun 2018 lalu, jumlahnya sekitar 44.000.
ADVERTISEMENT
Direktur BEI, Hasan Fawzi, mengatakan pasar modal syariah kini menjadi instrumen investasi yang menarik. Apalagi, setelah kian maraknya tren gaya hidup halal yang juga kian berkembang.
“Kalau kita ukur dari tahun 2012. Pertumbuhan cukup impresive. Dan tahun ini moga-moga kita juga signifikan,” katanya di acara Bincang Sore Saatnya Hijrah ke Saham Syariah di BEI, Jakarta, Senin (18/3).
Data BEI menyebut, jumlah saham syariah meningkat signifikan tiap tahunnya yaitu 64,5 persen. Sedangkan, rata-rata jumlah saham syariah dari total saham tercatat BEI sejak tahun 2011 yaitu 62 persen.
Begitupun, kapitalisasi pasar saham syariah konsisten tumbuh tiap tahunnya sebesar 52,1 persen. Rata-rata kapitalisasi pasar saham syariah dari total kapitalisasi pasar saham tercatat BEI ialah 56 persen.
Ilustrasi IHSG. Foto: ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso
Per Februari lalu, bahkan kinerja indeks saham syariah global juga mengalami peningkatan sejak peluncuran ISSI pada tahun 2011. Indeks ISSI meningkat sebesar 47 persen dan indeks JII meningkat sebesar 28 persen.
ADVERTISEMENT
Di samping kian dikenalnya pasar modal syariah, Hasan juga mengatakan pertumbuhan itu juga didukung oleh peran regulator dan berbagai stakeholder. Ke depan, pihaknya menyebut bakal terus mengembangkan instrumen-instrumen terbaru di pasar modal syariah.
“Di tahun ini kita sedang juga bersama regulator dan badan wakaf indonesia menyediakan layanan mewakafkan porfolio dalam bentuk saham,” ujarnya.
Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasari, menambahkan pihaknya mendukung penuh pengembangan pasar modal syariah. Baik dari segi aturan yang kondusif hingga promosi secara masif.
“Ada peraturan-peraturan, memberikan insentif, relaksasi kemudahan, menerbitkan sukuk, penguatan pelaku kita perdalam, dari pelaku yang kurang menguasai. Kami memberikan workshop. Medsos emang kita serius, karena mudah diakses milenal,” kata dia.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Ia juga mengemukakan tengah menjalankam program-program edukasi pasar modal syariah sejak dini.
“Ada yang namanya Saku, syariah investasiku. Untuk anak-anak di bangku SMA dan kuliah. Untuk melatih anak-anak atau siswa untuk mengenal (pasar modal syariah) sejak dini. Edukasi baik kepada murid atau orang tuanya,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan