kumparan
20 Des 2018 19:11 WIB

Serap Kelebihan Likuiditas di Bank Syariah, BI Akan Terbitkan Sukuk

Petugas sedang menata uang di Bank Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah)
Untuk pertama kalinya Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan Sukuk Bank Indonesia (SUKBI) pada Jumat (21/12), dengan tujuan untuk menyerap likuiditas berlebih di perbankan syariah.
ADVERTISEMENT
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah mengatakan, Sukuk BI ini akan diterbitkan sesuai dengan kaidah dan aturan syariah. Pihaknya pun tak menargetkan nilai maupun kupon yang akan diterbitkan besok.
"SUKBI dengan underlying surat berharga sesuai prinsip syariah BI. BI mulai terbitkan SUKBI 21 Desember, Jumat ini," ujar Nanang di Gedung BI Thamrin, Jakarta, Jumat (20/12).
Dia melanjutkan, SUKBI ini hanya dapat diperdagangkan oleh perbankan syariah di pasar sekunder. Namun pihaknya tak menutup kemungkinan jika di pasar sekunder bisa diperdagangkan kembali dengan bank konvensional.
Ilustrasi Bank Indonesia (Foto: Reuters/Iqro Rinaldi)
"SUKBI cuma bisa dimiliki oleh perbankan. Kalau ritel kan kita bisa beli, nah ini cuma bisa oleh bank, dipindah tangan pun harus bank. Kepemilikannya enggak berpindah, underlying tetap di BI," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Nantinya, penerbitan SUKBI ini akan dilakukan rutin setiap minggu sekali. Tenor yang ditawarkan pun hanya berjangka pendek, mulai dari dua minggu hingga setahun.
"Untuk tenor yang belum ada ini akan diisi instrumen SUKBI, untuk mengelola likuiditas di jangka pendek. Ini untuk likuiditas," tambahnya.
Sukuk BI bertujuan agar perbankan lebih mudah mengatur likuiditas, yakni ketika likuiditas longgar, perbankan bisa membeli Sukuk BI, namun ketika mengetat Sukuk BI ini bisa kembali dijual. Hal tersebut berbeda dengan Sukuk Negara, yaitu pembeli biasanya lebih tertarik karena imbal hasil atau kupon yang ditawarkan menarik dan kompetitif.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan