Pencarian populer

Single Parent, Tips Keuangan Ini Bisa Bermanfaat untuk Anda

3 Cara Menghadapi Menjadi Single Mom (Foto: Dok. Pixabay)

Menjadi orang tua tunggal atau single parent tentu bukan hal yang gampang. Jika dulu kebutuhan ditanggung bersama pasangan, kini beban berada di pundak sendiri. Tak terkecuali soal keuangan keluarga. Namun, bukan berarti Anda perlu berkecil hati.

Sebagai single parent, Anda tetap bisa mengelola keuangan dengan baik untuk segala keperluan pribadi dan anak jika Anda mengetahui kiat dan caranya. Bagaimana?

Konsultan keuangan Prita Hapsari Ghozie mengatakan hal yang penting menjadi perhatian pertama ialah soal anggaran bulanan, seperti pos pengeluaran rutin rumah tangga hingga biaya pendidikan anak.

"Kedua, butuh asuransi jiwa dan kesehatan karena tanggungan hanya dibantu oleh 1 orangtua. Ketiga, dana darurat untuk antisipasi berbagai pengeluaran tak terduga," kata Prita ketika dihubungi kumparan, Jumat (19/10).

Singkatnya, Prita menyarankan agar single parent membuat prioritas anggaran dana secara urut meliputi biaya hidup bulanan, uang sekolah anak, dana darurat, asuransi kesehatan, hingga biaya untuk bantuan asisten atau day care karena mayoritas single parent mesti tetap bekerja dan perlu menitipkan anak.

Mandiri merawat anak menjadi single mom (Foto: Dok. Pixabay)

Prita juga mengingatkan setiap orang memiliki potensi menjadi seorang single parent. Maka dari itu, investasi setidaknya untuk hunian dan tabungan masa depan perlu disiapkan sejak ia memutuskan menikah.

"Sebenarnya setiap orangtua berpotensi menjadi single parent karena tetap ada risiko pasangan meninggal dunia terlebih dulu. Antisipasinya memastikan punya rumah tinggal kemudian memiliki tabungan untuk membiayai hidup selama masa penyesuaian," kata dia.

Ia kembali menegaskan, agar keuangan bisa stabil dengan status single parent maka perencanaan yang matang serta pengalokasian yang bijak perlu dijalankan secara bersamaan.

"Untuk masa depan, perlu punya rencana pengeluaran bulanan, buat sistem dalam pengecekan kesehatan keuangan secara berkala, tegas dalam pengelolaan keuangan terutama untuk pos anak, punya dana darurat, dan punya aset produktif yg bisa membantu menambah penghasilan bulanan," tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60